Image

Negosiasi dengan Freeport, Dirjen Minerba Enggan Beri Bocoran

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647414 negosiasi-dengan-freeport-dirjen-minerba-enggan-beri-bocoran-vFf2aTX5CO.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perundingan PT Freeport Indonesia dengan pemerintah terus dilakukan. Namun tidak ada yang tahu sampai ke tahap mana perundingan tersebut.

"Aduh lupa aku kemarin ngomongin apa ya," singkat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, proses perundingan maupun negosiasi masih terus dilakukan. Namun lagi-lagi, detail yang dirundingkan tidak dijabarkan Bambang.

"Tiap Selasa kan ketemu. Berunding kayak apa saja. Yang penting ketemu, ya," ujarnya.

Meski begitu, Bambang menegaskan pemerintah masih berpegang pada prinsip penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 di mana Freeport berkewajiban membangun smelter jika ingin terus melakukan ekspor konsentrat, mengubah status perizinan dari KK menjadi IUPK, dan mendivestasikan 51% sahamnya kepada negara.

"Enggak ada IUPK sementara dan enggak ada aturan baru,"tuturnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian ESDM Hadi Djuraid mengatakan,  posisi pemerintah dalam proses perundingan dengan Freeport tetap tidak akan berubah. Di mana pemerintah berpegang teguh dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017.

"Jelas standing position kita, kita juga sampaikan solusi perubahan jangka pendek untuk ini. Kita tetap di perubahan IUPK, smelter dan divestasi,"tuturnya.

Terkait solusi jangka pendek, Hadi mengaku belum bisa menyampaikan seperti apa lantaran masuk substansi yang dinegosiasikan. Dari pemerintah tentu akan terbuka dengan usulan yang diajukan Freeport, tapi tidak mengubah apa yang ditetapkan di PP No.1/2017.

"Intinya kita tidak mungkin mundur untuk mengubah apa yang ditetapkan PP. Itu kan peraturannya," tuturnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini