Image

Begini Penyalahgunaan Bilyet Giro yang Ditemukan oleh BI

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647549 begini-penyalahgunaan-bilyet-giro-yang-ditemukan-oleh-bi-OD0BUaVR1U.jpg Foto: Dedy Afrianto

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 18/41/PBI/2016 pada tanggal 21 November 2016 dan Surat Edaran BI Nomor 18/32/DPSP pada tanggal 29 November 2016 tentang ketentuan Bilyet Giro. Aturan ini berlaku pada tanggal 1 April 2017 mendatang.

Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erry Setiawan mengatakan, terdapat beberapa aturan baru dalam perubahan aturan ini. Adapun salah penyebab dari perubahan aturan ini adalah karena adanya penyalahgunaan aturan.

"Kami pantau ada laporan yang menemukan adanya bilyet giro yang dipalsukan. Modusnya itu dengan memanipulasi bilyet giro, dia mengubah pemilik rekening dan nominalnya dan ditunjukkan kepada bank. Bilyetnya nilainya cukup besar di atas Rp500 juta," tuturnya di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Untuk itu, BI mengubah proses pencairan cek dan Bilyet Giro. Sebelumnya, tidak ada capping nominal pada pencairan cek dan Bilyet Giro. Hanya saja, mulai 1 April 2017 mendatang, Bilyet Giro di atas Rp500 juta dapat diproses secara bilateral.

"Maka beberapa bank terapkan SOP kalau untuk di atas Rp250 triliun atau Rp500 juta ada SOP untuk reconfirm untuk nasabah penarik, kalau benar, enggak ada masalah. Kalau reconfirm ada yang tidak bisa dihubungi dan ada yang lupa," ungkapnya.

Perbankan pun perlu memperhatikan ketentuan peralihan. Di antaranya adalah penyesuaian SOP, penyiapan warkat dan distribusi kepada nasabah, hingga edukasi kepada internal bank dan nasabah.

"Kalau tanda tangan sama semua, dananya ada, harus dibayar. Tapi karena manipulasi atau fraud tinggi, beberapa ada yang terbayar. Ini yang perlu diperhatikan," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini