Image

Nilai Transaksi Cek dan Bilyet Giro 2016 Capai Rp1,4 Triliun

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 18:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647562 nilai-transaksi-cek-dan-bilyet-giro-2016-capai-rp1-4-triliun-X0Hzwt9yfd.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat total transaksi cek dan Bilyet Giro pada 2016 mencapai Rp1,49 triliun. Namun angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,54 triliun.

Volume transaksi cek dan Bilyet Giro didominasi oleh transaksi dengan nominal hingga Rp500 juta. Total transaksi pun mencapai 33,47 juta transaksi atau 98,96%.

"Bilyet giro sampai 80%. Itu populer karena kebutuhan masyarakat kita umumnya di pengusaha yang punya langganan rutin untuk bahan baku atau beli barang. Dibayar dengan bilyet giro," jelas Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erry Setiawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Adapun sebagian besar dari pengguna Bilyet Giro adalah kalangan pengusaha. Untuk itu, BI pun mengeluarkan aturan terbaru untuk melindungi transaksi ini.

"Survei 2016, mayoritas pengguna pengusaha. Pengguna Bilyet Giro giro relatif itu-itu terus, turun menurun bahkan. Volume Bilyet Giro dan cek itu relatif stabil bahkan cenderung turun 5 tahun terakhir volumenya turun sekitar 3%," jelasnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 18/41/PBI/2016 pada tanggal 21 November 2016 dan Surat Edaran BI Nomor 18/32/DPSP pada tanggal 29 November 2016 tentang ketentuan Bilyet Giro. Aturan ini berlaku efektif pada tanggal 1 April mendatang.

Aturan diterbitkan untuk melindungi transaksi cek dan Bilyet Giro. Saat ini, BI mencatat rata-rata transaksi Bilyet Giro per hari cukup tinggi. Hingga pertengahan Maret, nilainya pun mencapai Rp4,7 triliun.

"Cek per hari 11.185 lembar. Kalau Bilyet Giro ada 112.083 transaksi per hari. Nominalnya Rp800 miliar, year to date rata-rata. Kalau Bilyet Giro Rp4,7 triliun. Ini data sampai 17 maret rata-rata per hari. Angka ini turun, di kuartal sama 2017 cek rata-ratanya bisa 13.000 per hari, Bilyet Giro 131 ribu. Nominalnya cek Rp 905 miliar, Bilyet Giro Rp5,3 triliun," jelasnya.

Adapun penyebab dari turunnya transaksi ini adalah karena tidak adanya pertumbuhan pengguna. Pengguna Bilyet Giro pun didominasi oleh kalangan pengusaha.

"Karena penggunaannya itu itu saja, kebanyakan masyarakat maunya, kalau Bilyet Giro kan tidak pasti, ada kemungkinan kosong, yang pasti transfer dana tadi," jelasnya.

Seperti diketahui, terdapat 3 syarat baru dalam ketentuan ini. Di antaranya adalah tanggal penarikan, tanda tangan basah penarik, dan yang tak efektif.

"Mau di atas Rp500 triliun atau di bawah tetap bisa dikliringkan, langsung settle hari itu juga. Tapi kalau enggak pakai kliring, bilateral itu bisa dua hari, karena bank yang harus menyelesaikan," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini