Image

Penggunaan Bilyet Giro Didominasi Pengusaha

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 18:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647600 penggunaan-bilyet-giro-didominasi-pengusaha-1zBitm3Roq.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat total transaksi cek dan Bilyet Giro pada tahun 2016 lalu cukup tinggi. Nilainya pun mencapai Rp1,49 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,54 miliar

"Jadi ini, kita akan menyelenggarakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), itu ada dua layanan, kredit dan debit. Kalau kredit transfer dana, kalau debet saya punya cek atau bilyet giro, di debet dari rekening saya. Nah kalau yang kredit kita tumbuh terus. Tetapi yang debet, datanya dari tahun ke tahun stabil, sedikit penurunan dari tahun ke tahun rata-rata 3% per tahun. Memang tidak popular," tutur Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Erry Setiawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Pemerintah melalui Bank Indonesia pun telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 18/41/PBI/2016 pada tanggal 21 November 2016 dan Surat Edaran BI Nomor 18/32/DPSP pada tanggal 29 November 2016 tentang ketentuan Bilyet Giro. Aturan ini berlaku efektif pada tanggal 1 April mendatang untuk menjamin transaksi.

"Misalnya saya dikasih Bilyet Giro cairnnya tanggal efektif, padahal duitnya enggak ada. Sampai 3 kali pemiliknya di blacklist menjadi daftar hitam nasional," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Dyah Virgoana Gandhi mengatakan bahwa transaksi Bilyet Giro ini adalah transaksi khas Indonesia. Pola ini pun akan dijamin oleh BI agar tak disalahgunakan sehingga tak merugikan pengusaha.

"Jadi kredit pada transaksi ini meningkat 27%. (Dominasi) di daerah yang banyak pengusaha , Jabodetabek, Sumatera. Jadi yang nakal kan nasabahnya, bank enggak bisa bayar kalau dananya enggak ada," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini