Image

Kerusakan Terumbu Karang Jadi Tanggung Jawab Perusahaan Asuransi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647650 kerusakan-terumbu-karang-jadi-tanggung-jawab-perusahaan-asuransi-PJ1aVQOItg.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Kapal pesiar ini pun merusak sebagian terumbu karang di kawasan pariwisata tersebut.

Pemerintah pun tak tinggal dia. Saat ini, tim khusus telah diutus oleh pemerintah untuk melakukan penelitian di lokasi rusaknya terumbu karang. Saat ini, terdapat 3 isu utama yang menjadi fokus pemerintah. Salah satunya adalah ganti rugi kerusakan terumbu karang.

"Ada tiga isu utama yang harus kita address sendiri-sendiri. Pertama, tanggung rugi. Tanggung jawab kapten, kapal itu asuransi,” jelas Deputi 1 Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Selanjutnya atau Kedua yakni pidana, hal tersebut karena melanggar UU pidana, “Ini berjalan sendiri, jadi ini nanti alat bukti dan hal-hal lain, itu dilakukan oleh temen-temen LHK. Ketiga, profesional conduct, kode etik dari kapten itu kita bisa memberikan pendekatan dari negara bendera, Bahama, atau asal kapal, Inggris. Ini sudah dilakukan oleh (Ditjen) Perhubungan Laut dan mereka sudah melakukan contact," tutur

Khusunya untuk ganti rugi, lanjutnya, hal ini akan diurus oleh perusahaan asuransi yang telah ditunjuk oleh perusahaan kapal tersebut. Sebelumnya, MV Caledonian Sky telah menunjuk GA Insurance yang merupakan anggota asosiasi P&I Clubs (Protection and Indemnity Insurances) atau perkumpulan internasional perusahaan asuransi kerugian pada sektor kemaritiman.

"Jadi itu deal asuransi soal ganti rugi, termasuk restorasi. Itu berjalan sendiri," jelasnya.

Hanya saja, perusahaan asuransi hanya bersedia untuk memberikan ganti rugi jika data-data penelitian pemerintah telah lengkap dan akurat. Untuk itu, pemerintah saat ini masih harus melakukan penelitian terhadap lokasi rusaknya terumbu karang.

"Nah, tapi untuk semua itu berjalan, itu harus tunggu tuntas dulu survei bersama, damage area dan valuasinya kapan," ungkapnya.

Namun, belum diketahui jumlah kerugian yang akan diminta oleh pemerintah. Saat ini, penghitungan masih terus dilakukan.

"Kalau kita liat permen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, valuasi kerugian itu, nanti ahli yang menyatakan angkanya," jelasnya.

Saat ini, pemerintah telah mengirim tim gabungan untuk melakukan penelitian terhadap kerusakan terumbu karang. Survei telah dilakukan seluas 22.060 meter persegi.

"Pemerintah sudah menyepakati dengan pihak asuransi untuk luas wilayah survei, yaitu 22.060 meter persegi. Rata-rata kedalaman 3 sampai 6 meter," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini