Image

Kepala Bappenas Harapkan RI Tiru Konsep MRT Hong Kong

ant, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 19:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647665 kepala-bappenas-harapkan-ri-tiru-konsep-mrt-hong-kong-JBC0nydYVd.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengharapkan konsep pengembangan berbasis transit (transit oriented development/TOD) yang berhasil dikembangkan pemerintah Hong Kong dalam pembangunan mass rapid transit (MRT), dapat ditiru oleh pemerintah Indonesia.

Pendapat tersebut disampaikan Bambang saat meninjau perkembangan proyek pembangunan MRT Fase I (satu) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin.

"Pengembangan konsep MRT yang diterapkan di Hong Kong patut dipertimbangkan sebagai model, karena ada dampak ekonomi signifikan dari keberadaaan MRT tersebut. Jadi tidak hanya sebagai sarana transportasi, tapi kita harapkan sebagai upaya lebih jauh lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta," ujar Bambang.

Ia menuturkan, dalam mengembangakan konsep TOD, pemerintah Hong Kong menggandeng para pengembang (developer) yang ada di sekitar lokasi jalur MRT. Tidak hanya pusat perbelanjaan yang dibangun, namun juga properti lain misalnya perumahan untuk kelas menengah dan atas.

"Dari situlah MRT Hong Kong setiap tahun untung triliunan rupiah. MRT Jakarta kita harapkan bisa mengeksplorasi seperti Hong Kong," katanya.

TOD sendiri merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti Busway/BRT, Kereta api kota (MRT), Kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda.

Dengan demikian perjalanan/trip akan didominasi dengan menggunakan angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan. Tempat perhentian angkutan umum mempunyai kepadatan yang relatif tinggi dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas parkir, khususnya parkir sepeda.

Pengembangan TOD telah menjadi tren di kota-kota besar khususnya di kawasan kota baru yang besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hong Kong, Singapura, yang memanfaatkan kereta api kota serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Pengembangan wilayah berbasis TOD belum banyak dilakukan di perkotaan Indonesia.

Jakarta sebagai ibu kota negara direncanakan akan memiliki jalur MRT modern pertama yang akan menggunakan pendekatan memaksimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk pengembangan properti dengan kepadatan tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengedepankan konsep TOD tersebut.

Saat ini, pemerintah masih mengebut pembangunan MRT yang pengerjaan tahap satunya meliputi rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan ditargetkan selesai 2019. Sementara itu proyek MRT tahap II, yaitu Bundaran HI-Ancol Timur akan dimulai pada 2018.

Pemerintah juga masih melakukan studi terkait rencana percepatan pembangunan MRT tahap III dari wilayah Timur ke Barat (East West) Balaraja-Cikarang yang pengerjaannya direncanakan akan dimulai dua tahun lebih awal dari sebelumnya pada 2022 menjadi 2019.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini