Image

Menko Luhut: Tim Investigasi Masih Selidiki Kerusakan Terumbu Karang

ant, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 19:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647674 menko-luhut-tim-investigasi-masih-selidiki-kerusakan-terumbu-karang-3dghHpE85z.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tim investigasi terpadu pemerintah dan beberapa pihak masih menyelidiki kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, akibat kandasnya kapal pesiar MV Caledonian Sky di wilayah itu.

"Saya menerima laporan per jam 12 siang tadi, tim investigasi terpadu masih bekerja menyelidiki kerusakan, ditambah tim asuransi yang juga turut hadir mengambil data di lapangan. Kami masih menunggu beberapa hari ke depan hasilnya," kata Luhut di Surabaya, Senin (20/3/2017).

Luhut yang ditemui usai berkunjung ke Terminal Teluk Lamong mengatakan, pemerintah akan secara tegas mengambil langkah hukum apabila kapal pesiar tersebut dinyatakan bersalah.

"Soal kerugian, kami belum hitung. Tapi juga harus instrospeksi kenapa kapal itu bisa lepas. Jadi pemerintah akan memperkuat peraturan karena (Raja Ampat) adalah daerah tujuan wisata yang terumbu karangnya jenis langka di dunia," katanya.

Sebelumnya, Kapal Caledonian Sky yang dinahkodai Kapten Keith Michael Taylor pada 4 Maret 2017 kandas dan menimbulkan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat.

Menurut hasil investigasi awal pemerintah setempat, luas terumbu karang yang rusak mencapai sekitar 1.600 meter persegi.

Kronologinya, kapal yang membawa 102 turis dan 79 anak buah kapal (ABK) memasuki kawasan Raja Ampat pada 3 Maret 2017 untuk mengamati pemandangan alam, keanekaragaman hayati, serta menikmati pementasan seni.

Namun setelah para penumpang kembali ke kapal pada siang harinya dan akan melanjutkan perjalanan ke Bitung sebelum tujuan akhir ke Filipina, kapal itu kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat pada pukul 12.41 Waktu Indonesia Timur.

Berdasarkan catatan resmi pemerintah RI, Kapten Keith Michael Taylor hanya merujuk pada petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor gelombang alam dan kondisi alam lainnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini