Image

Kaum Urban Membeludak, Kota Ini Perbanyak Rusunawa

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 470 1647001 kaum-urban-membeludak-kota-ini-perbanyak-rusunawa-uMlxQvU2uW.jpg Foto: Koran Sindo

SIDOARJO – Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Sidoarjo, membuat Pemkab Sidoarjo harus memikirkan hunian. Salah satunya dengan memperbanyak kondominium atau tower.

Tahun ini, Pemkab Sidoarjo akan membangun satu blok rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Rusunawa itu akan dibangun di kawasan Ngelom, Kecamatan Taman. Rusunawa Ngelom dibangun atas bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Tahun ini ada bantuan lagi dari Kementerian PUPR untuk rusunawa di Ngelom,” ujar KUPT Rusunawa Dinas Perumahan dan Pemukiman Sidoarjo, Slamet Budiarto, kemarin.

Budiarto menambahkan, pada 2018 pihaknya juga mengajukan dua rusunawa lagi, yakni di Wonocolo, Kecamatan Taman dan di Tambak Kemeraan, Kecamatan Krian. Sedangkan 2016 lalu juga sudah dibangun lima lantai rusunawa di Tambak Kemeraan. Rusun Tambak Kemeraan yang akan dioperasikan pertengahan tahun ini, khusus untuk buruh.

“Kalau rusunawa di Tambak Kemeraan khusus untuk pekerja,” kata Budiarto.

Ditanya kenapa menambah unit rusunawa, Budiarto mengaku di Sidoarjo banyak penduduk urban. Dengan demikian, kebutuhan hunian juga meningkat. Sedangkan, jumlah rumah kos juga terbatas sehingga salah satu solusinya adalah rusunawa. Saat ini, Pemkab Sidoarjo sudah mengelola sebanyak lima Rusunawa.

Untuk target pendapatan, Budiarto mengaku pada 2016 ditargetkan Rp2,1 miliar tapi terlampaui Rp2,2 miliar. Untuk 2017 ditargetkan Rp2,7 miliar. Budiarto optimistis target yang sudah dipatok bisa terpenuhi. Pasalnya, sebentar lagi juga akan dioperasikan Rusunawa Tambakkemeraan, kemudian Rusunawa Bulusidokare juga belum semua dihuni.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Khoirul Huda mengatakan, sudah seharusnya dari sewa rusunawa memperoleh pendapatan cukup besar. Sebab, bukan hanya mengelola rusunawa cukup banyak, melainkan populasi penduduk di Sidoarjo juga tinggi. Mereka membutuhkan tempat tinggal murah, seiring mahalnya harga sewa dan beli rumah di Sidoarjo.

“Rusunawa merupakan alternatif bagi penduduk urban untuk bertempat tinggal,” ucapnya.

Khoirul Huda menambahkan, salah satu pertimbangan Kementerian PUPR membangun rusunawa di Sidoarjo karena penduduknya banyak. “Di Sidoarjo banyak perusahaan dan otomatis pekerja juga banyak membutuhkan tempat tinggal,” tandas Ketua Fraksi Golkar Bintang Pembangunan ini.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini