Image

Siap-Siap! Desain Jantung Kota Ini Disayembarakan Loh

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 10:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 470 1647016 siap-siap-desain-jantung-kota-ini-disayembarakan-loh-LjSUbEzuNy.jpg Ilustrasi : Okezone

SALATIGA – Pemkot Salatiga akan menggelar sayembara desain penataan Jalan Sudirman dan Lapangan Pancasila. Rencananya, kawasaan Lapangan Pancasila akan dikonsep seperti taman kota sekaligus tempat rekreasi masyarakat.

Sedangkan kawasan Jenderal Sudirman sebagai tempat perdagangan. Sayembara bakal dibuka untuk umum. Semua masyarakat serta konsultan konstruksi bisa mengikuti sayembara tersebut. Kepala Dinas Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga Agung Hendratmiko menyatakan, sejauh ini pihak sedang melakukan kajian mengenai teknis dan mekanisme sayembara.

“Soal kapan sayembara akan dilaksanakan, kami belum bisa memastikan. Wacana sayembara ini masih kami kaji,” katanya, kemarin.

Sayembara digelar untuk menggali kreativitas masyarakat serta desain terbaik untuk menata kawasan Jalan Sudirman dan Lapangan Pancasila. Namun konsepnya tak lepas dari ciri khas Kota Salatiga.

Agung menjelaskan, kawasan Jalan Sudirman merupakan pusat perekonomian dan keramaian di Kota Salatiga, di mana perdagangannya menggunakan sistem tradisional. Sistem tersebut tetap dipertahankan hanya kawasannya yang ditata dan dikemas seperti taman agar kawasan tersebut terlihat lebih baik, asri serta ramah terhadap penyandang disabilitas.

“Sedangkan Lapangan Pancasila merupakan tempat pusat kegiatan pemerintahan. Meski demikian, di kawasan tersebut terdapat aktivitas perdagangan. Ini harus ditata agar tempat kegiatan pemerintahan tersebut tidak terkesan seperti tempat PKL (pedagang kaki lima),” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indo nesia (KNPI) Kota Salatiga Fauzi Arkhan menyatakan, penataan Jalan Sudirman mendesak dilakukan karena kondisi kawasan jantung Kota Salatiga itu semakin semrawut dan ada tempat yang terlihat kumuh.

“Kesemra wutan kawasan Jalan Sudirman harus segera ditangani agar estetika wajah Kota Salatiga bisa lebih baik lagi. Dan yang paling mendesak untuk segera ditangani adalah masalah parkir. Idealnya ada kantong parkir yang tidak berada di jalan protokol sehingga arus lalulintas bisa lancar,” katanya.

Selain menata tempat parkir dan pedagang yang mangkal di kawasan Jalan Sudirman, Pemkot Salatiga juga harus menyediakan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat penyandang difabel.

“Fasilitas untuk penyandang difabel harus ada. Paling tidak, ada jalan khusus bagi penyandang difabel. Dan jalan trotoar jangan digunakan untuk parkir,” ujarnya.

Dia berharap pemimpin Kota Salatiga yang baru nanti tanggap dan bisa melakukan terobosan untuk menata kawasan Jalan Sudirman. “Ini pekerjaan rumah bagi wali kota yang baru (terpilih) nanti,” katanya.

Lebih jauh Fauzi mengungkapkan, sebenarnya sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi kawasan Jalan Sudirman.

Mereka merasa sudah tidak nyaman lagi bila melintas di jalan utama itu. Mulai dari kendaraan yang parkir di kiri-kanan jalan, akhirnya jalan menjadi sempit, hingga lalu lalang orang di pasar. Menurut Fauzi, Pemkot Salatiga bisa belajar dari penataan kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta. “Penataan jalan tersebut memadukan unsur modern dan tradisional, baik itu bangunan maupun perdaganganya, sehingga masyarakat dan pelancong dari luar daerah tertarik untuk berkunjung,” ucapnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini