Image

Jadi Ibu Kota Negara, Berapa Persen Kenaikan Harga Properti di Palangkaraya?

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 15:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 20 470 1647332 jadi-ibu-kota-negara-berapa-persen-kenaikan-harga-properti-di-palangkaraya-sIapdgFYGv.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Terkait wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya, pemerintah akan melakukan pengkajian mendalam.

Terlepas dari mungkin atau tidaknya hal itu direalisasikan, tentu sektor properti di Palangkaraya akan terpengaruh apabila kota tersebut dijadikan sebagai ibu kota negara. Lantas, berapa kenaikan harga tanah di kota tersebut apabila menjadi ibu kota negara?

"Saya nggak berani (bilang kenaikannya berapa), karena kenaikan tanah itu di Indonesia tidak menggunakan rumus tapi sangat menggunakan dari sisi peningkatan pembelian, serta banyaknya developer yang mengembangkan," kata Director Residential Savills Indonesia Deden Sudarbo dihubungi Okezone, Senin (20/3/2017).

Ia menjelaskan kenaikan harga properti di suatu wilayah akan naik seiring dengan geliat pertumbuhan properti itu sendiri di kawasan tersebut.

"Makin cepat developer mengembangkan makin cepat dia naik. Berapa kenaikannya, kalau sekarang patokannya untuk Jakarta misalnya. Zaman-zamannya lagi booming itu bisa peningkatannya bisa 15% sampai 20% per tahun," ungkapnya.

"Tapi itu Jakarta dalam keadaan bagus. Nah apakah itu bisa terjadi pada Palangkaraya, saya tidak berani ngomong karena peningkatan itu kan bertahap," lanjutnya.

Menurutnya, ketika ibukota baru tahap awal dipindahkan ke Palangkaraya kenaikan properti di kota tersebut diprediksi tidak akan langsung signifikan.

"Pada saat pindah di awal-awal mungkin nggak banyak (kenaikannya), karena kan harga itu tergantung supply-demand. Supply-demand makin bagus harga makin cepat naiknya. supply-demand-nya agak-agak mandek harga juga nggak bergerak," tambahnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini