Image

Frekuensi Perdagangan Bursa Indonesia Sudah 4 Kali Lebih Besar dari Singapura

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 08:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 21 278 1647905 frekuensi-perdagangan-bursa-indonesia-sudah-4-kali-lebih-besar-dari-singapura-NhrumwWhx0.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

MEDAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah frekuensi perdagangan harian saat ini telah menembus angka 340 ribu transaksi per hari. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun 2015 dan 2016.

“Tahun 2015 kita hanya 220 ribu transaksi per hari. Sementara di 2016 hanya 264 ribu transaksi perhari,”kata Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, Selasa (21/3/2017).

Jumlah frekuensi perdagangan itu, kata Tito, sudah dua kali lebih besar dari frekuensi perdagangan di Bursa Malaysia dan empat kali lebih besar dibanding Bursa Singapura.

“Namun karena harga saham kita murah, maka valuenya masih kecil. Tapi likuiditas kita membaik,”tambahnya lagi.

Tugas paling berat BEI saat ini, lanjut Tito, adalah meningkatkan kapitalisasi pasar (market cap). Saat ini market cap di bursa sekitar enam ribu triliun. BEI pun memasang target market cap yang sama besar dengan total Market cap perbankan, yang mencapaiRp6.300-Rp6.400 triliun.

“Untuk merealisasikan target itu, ada beberapa hal yang kita lakukan. Diantaranya meningkatkan akses masyarakat ke pasar modal lewat galeri investasi yang saat ini jumlahnya mencapai 253 galeri di seluruh Indonesia, lalu mempermudah perusahaan di daerah untuk go-publik dan meningkatkan transaksi dengan menambah jumlah perantara perdagangan efek,”papar Tito.

Tito mengaku, dengan kondisi perekonomian nasional serta global yang ada saat ini, pihaknya optimis target itu bisa tercapai. “Insya Allah bisa. Apalagi saat ini kondisinya semuanya sedang good news. Baik dari sisi internal maupun eksternal,”tutup Tito.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini