Image

Investor Jerman Minat Bangun Smelter Nikel di RI

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 11:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1647985 investor-jerman-minat-bangun-smelter-nikel-di-ri-e4p0TllT3f.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan asal Jerman disebut tertarik untuk berinvestasi membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel senilai USD800 juta atau sekitar Rp10,4 triliun di Indonesia.


Minat investasi tersebut muncul saat kunjungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke beberapa negara di Eropa. Kepala BKPM Thomas Lembong dijadwalkan berada di Eropa pada 15-22 Maret dan berkunjung ke beberapa negara, seperti Jerman, Prancis, Swedia, Inggris, dan Denmark. Di Jerman, Thomas mengatakan, dua perusahaan berminat menanamkan modalnya di Tanah Air.

”Kesempatan kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk bertemu pihak perusahaan- perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, perusahaan Jerman dengan rencana investasi USD800 juta, sementara satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya pada 2017,” kata Thomas melalui keterangan tertulis kemarin.

Dia melanjutkan, kedua perusahaan tersebut menyatakan minatnya bekerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN) pertambangan Indonesia. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga bertemu beberapa fund manager dan perbankan di Jerman. ”Jerman adalah salah satu negara kontributor utama investasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Thomas, ketertarikan investor asal Jerman berinvestasi di Indonesia tidak lepas dari kondisi perekonomian nasional yang relatif stabil, ditambah fundamental makroekonomi yang solid dan arus modal asing yang tinggi. Pada tahun lalu, penanaman modal asing (foreign direct investmen /FDI) yang masuk ke Indonesia mencapai USD28,9 miliar atau tumbuh 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya. ”Jerman menyumbang USD133 juta dari total nilai FDI itu,” kata Thomas.

Kunjungan kerja yang bertujuan mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi bagi perusahaan Eropa tersebut juga dihadiri Konsulat Jenderal RI di Frankfurt Wahyu Heruesti, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariga, Chief Country Officer Deutche Bank Kunardy Lie, dan Managing Director of German Indonesia Chamber of Industry and Commerce (EKONID) Jan Ronnfeld.

Berdasarkan data BKPM, aliran penanaman modal dari Eropa dalam lima tahun terakhir yang masuk ke Indonesia mencapai USD13,3 miliar. Adapun lima besar negara asal investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia secara berturut- turut adalah Belanda, Inggris, Prancis, Luksemburg, dan Jerman.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini