Image

Mimpi Menkominfo, Kesuksesan Taksi Online Layaknya Transportasi Udara

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 13:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648147 mimpi-menkominfo-kesuksesan-taksi-online-layaknya-transportasi-udara-UMkKIXmYaq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap nasib layanan jasa transportasi berbasis online sama seperti jasa transportasi udara. Di mana sekarang ini pelayanan jasa transportasi skemanya sudah menggunakan online.

Sekarang, kata Rudi, memesan tiket tidak perlu datang ke bandara sudah bisa online. Tidak hanya itu, layanan jasa kesehatan juga sudah online dengan 1.600 dokter, hotel juga begitu skema pemesanan sudah online.

"Artinya era masuknya suatu teknologi digital memang tidak bisa dihindari. Tapi bagaimana mengantisipasinya. Sekarang kesehatan online jalan, transportasi udara jalan, hotel jalan. Nah sekarang transportasi darat kita harapkan juga jalan. Pemeirntah hadir di situ," ujarnya, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menurut Rudi, penerapan sistem online untuk semua layanan menjadi amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dirinya saat melakukan kunjungan ke beberapa tempat selalu menekankan untuk selalu menyiapkan online untuk pelayanannya.

"Jadi dengan online kapan pun di mana pun bisa dilakukan. Mau perpanjang SIM bisa di mana-mana, paspor juga demikian bisa di mana," tuturnya.

Terkait dengan diberlakukannya aturan baru penyelenggaraan taksi online pada 1 April 2017. Rudi mengayakan, 11 poin revisi pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, memastikan posisi taksi online sebagai salah satu moda transportasi di Indonesia.

"Semua kita harus patut disukuri karena adanya revisi (PM 32). Dengan aturan ini mengukuhkan secara legal keberadaan transportasi bebasi online," tuturnya.

Rudi melanjutkan, revisi PM 32 menjadi bukti bahwa negara menerima beroperasinya taksi online. Namun, keberadaannya harus ditata dengan prinsip kenyamanan, keselamatan, keamanan, yang tujuannya supaya dinamika taksi online dengan taksi konvesional tidak terjadi.

"Supaya semua menjadi baik, tidak ada gesekan aplikasi dan transportasi konvesional. Hasilnya pemanfaatan teknologi digital ini betul-betul bisa diperdayakan. Kemenhub yang putuskan ini dan saya (peran Kominfo) eksekusi lewat dunia mayanya," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini