Image

44 Proyek Infrastruktur Baru Diserahkan Pekan Ini ke Presiden

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648193 44-proyek-infrastruktur-baru-diserahkan-pekan-ini-ke-presiden-K6ER6sVNZF.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong berbagai proyek infrastruktur dibangun di Indonesia. Pemerintah pun akan memasukkan 44 proyek baru senilai Rp1.098 triliun ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).

Penambahan proyek baru tersebut akan dituangkan dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Hanya saja, saat ini revisi Perpres tersebut masih belum rampung dilakukan.

"Banyak kan, contohnya itu ada KKP usulkan. Itu kan harus dipertimbangkan. Tapi Pak menko sudah batasi waktu. Minggu ini sudah harus dilaporkan ke presiden," tutur Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo kepada awak media di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (20/3/2017).

Penyerahan draf revisi Perpres ini seharusnya telah usai dilakukan. Hanya saja, padatnya agenda Presiden masih menjadi kendala untuk menyerahkan draf ini. Beberapa proyek pun diusulkan

"Cold storage, lalu pusat pertumbuhan maritim kaya perikanan. Di seluruh Indonesia itu program. Lalu pengembangan pesawat jarak menengah. Tapi lagi kita kaji, pokoknya minggu ini selesai," ungkapnya.

Diharapkan, pembangunan ini dapat dilakukan secara tepat waktu oleh pemerintah. Bantuan dari Asian Development Bank pun diharapkan dapat membantu pembangunan ini.

Seperti diketahui, ADB saat ini tengah fokus untuk membantu pembangunan infrastruktur pada negara di berbagai regional Asia. Dana yang cukup besar pun telah disediakan.

"Mungkin pinjaman yang dibawa ADB-nya mungkin sekitar barangkali USD400-600 miliar. Tapi co-financing yang dibawa barangkali bisa lebih besar. Itu intinya. Seperti yang disampaikan tadi adalah itu leveraging. Itu intinya. Jadi memang link kita itu di infrastruktur, di private sector," kata Direktur ADB Edimon Ginting.

Indonesia sendiri telah menerima bantuan USD 2 miliar per tahunnya. APRIL nanti, bantuan tersebut akan diterima oleh Indonesia. Diharapkan, kucuran dana ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.

"Kita harus lebih optimis ya. Karena di sini ADB itu harus lebih banyak mendorong ke private sector. Kalau di negara lain seperti India dan China itu lebih besar dari itu. Mereka bisa sampai di atas USD1-2 miliar ya. Ya kita minimal dalam jangka panjang harus bisa mengarah ke sana. Pertama sampai 2018, 2019, kita harus justru private sector bisa jauh lebih besar," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini