Image

Tak Lagi Impor, Cangkul Made in Indonesia Siap Produksi Massal

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648332 tak-lagi-impor-cangkul-made-in-indonesia-siap-produksi-massal-wx4huJpH6A.jpg Foto Penjelasan soal Cangkul di Kemenperin (Lidya/Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengadakan rapat evaluasi mengenai penyedian bahan baku untuk pembuatan alat perkakas pertanian. Salah satu yang menjadi fokus di 2017 adalah alat perkakas pertanian cangkul.

Menurutnya, sebelum mulai melakukan proses produksi pembuatan cangkul, Kemenperin bersama dengan PT Boma Bisma Indra (BBI), PT Sarinah, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Krakatau Steel telah melakukan survei pasar terlebih dahulu.

Survei bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan baku alat perkakas pertanian, kemampuan finishing IKM alat perkakas pertanian, serta animo dan daya beli IKM kepada alat perkakas pertanian ini.

"Survei yang telah dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur . Dari survei lapangan, telah disepakati daftar harga bahan baku hingga barang 75% jadi, pada tanggal 2 Februari 2017. Dengan skema dan survei lapangan ini, diharapkan produksi cangkul dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan cangkul di dalam negeri sebesar 10 juta unit per tahun," ungkapnya di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Dirinya menjelaskan, Krakatau Steel dalam kerja sama ini akan bertugas untuk memproduksi karbon hingga menjadi barang 75% jadi dan ketiga perusahaan BUMN lainnya seperti, PT BBI, PT PPI, PT Sarinah nantinya akan bertugas untuk medistribusikan atau mensosialisasikan cangkul jadi ke pasar.

“Secara administrasi, perjanjian jual beli dan proses bisnis telah disepakati secara business to business oleh keempat BUMN. Dalam minggu ini PT BBI siap melakukan produksi massal cangkul 75% jadi berlogo kuda jingkrak. Untuk menjawab kesiapan BUMN, kami melakukan pembinaan bagi IKM alat perkakas pertanian melalui fasilitasi penguatan SDM (bimbingan teknis, pendampingan dan sertifikasi, bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mendukung penguatan sentra, peningkatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta penumbuhan wirausaha baru IKM. Dalam hal peningkatan kualitas produk, Ditjen IKM juga mendorong diberlakukannya Standar Nasional Indonesia (SNI), di mana pada tahun anggaran 2017 ini akan dilakukan amandemen SNI cangkul dan penyusunan SNI egrek.

"Kami akan mempersiapkan sosialisasi material center guna pemenuhan baku alat perkakas pertanian dan program pembinaan peningkatan keahlian SDM IKM pelaku industri alat perkakas pertanian," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini