Image

Pembangunan KEK Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 16:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648348 pembangunan-kek-jadi-motor-penggerak-ekonomi-daerah-qNtDIbHWOZ.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat terbatas terkait pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pada rapat terbatas ini, Jokowi meminta agar pemerintah dapat berkonsentrasi dalam melakukan pembangunan infrastruktur.

Pasalnya, pembangunan infrastruktur transportasi dapat memperlancar konektivitas antar wilayah di provinsi Sumatera maupun antar daerah di Provinsi Sumatera Selatan.

"Mulai dari jalan tol ke jalur kereta api maupun LRT (Light Rail Transit), dana ini dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi di Sumatera Selatan dan juga diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Asian Games tahun 2018," tuturnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Dalam rapat terbatas ini, Jokowi pun meminta agar percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-api dapat benar-benar dimanfaatkan. Pasalnya, hal ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kemungkinan pengembangan di Tanjung Carat, dan saya yakin pemain kawasan ekonomi akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang baru sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan yang pada tahun 2016 bisa tumbuh 5,03%, sedikit di atas rata-rata nasional," ungkapnya.

Kawasan ekonomi Khusus ini pun juga dapat dikembangkan untuk menampung minat investasi sektor industri pengolahan. Di antaranya adalah pada sektor petrokimia, automotif, elektronik, hingga manufaktur.

"Walaupun industri pengolahan memiliki kontribusi yang semakin besar dalam perekonomian di Sumatera Selatan, tapi penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah," jelasnya.

Jokowi pun meminta agar kesejahteraan petani dapat ditingkatkan. Dengan begitu, ekonomi daerah Sumatera Selatan akan dapat tumbuh merata setiap tahunnya.

"Data yang bisa jadi menunjukkan nilai tukar petani selalu berada di bawah indeks 100 dan kecenderungan menurun yang artinya kenaikan harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga barang yang dikonsumsi petani. Ini artinya kita harus kerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini