Image

Kebutuhan Cangkul untuk Pertanian RI Capai 3 Juta Unit/Tahun

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 17:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648454 kebutuhan-cangkul-untuk-pertanian-ri-capai-3-juta-unit-tahun-Io1YCYq6cg.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian memaparkan kebutuhan cangkul di Indonesia untuk keperluan pertanian sebanyak 3 juta unit per tahun. Dari banyaknya kebutuhan terhadap salah satu jenis alat perkakas tersebut semua di produksi oleh perusahaan lokal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, hal itu pun tidak menjadi kendala karena bisa dipenuhi oleh produksi perusahaan dalam negeri. Perusahan tersebut merupakan 4 perusahaan BUMN, yaitu PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra, PT Sarinah, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia

"Kebutuhan cangkul 3 juta per tahun untuk kebutuhan pertanian. Tidak masalah karena kapasitas dari PT Boma Bisma Indra (BBI) bisa 100 ribu unit per bulan. Kalau harus mengejar 3 juta unit per tahun akan menambah line production," ungkapnya di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Selain itu ia juga menjelaskan kebanyakan kebutuhan cangkul di Indonesia terbanyak di daerah yang masih memilki lahan pertanian yang luas seperti Sumatera. Sehingga nantinya setelah cangkul ini selaesai produksi maka pihaknya akan membuka kantor di daerah dengan kebutuhan cangkul terbanyak.

"Kebutuhan cangkul terbanyak ada di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Di Kalimantan juga ad tapi sedikit dan jarang. Nanti kita susun mana kantor perwakilan yang bisa menyediakan stok (cangkul) di daerah yang kebutuhannya terbanyak," jelasnya.

Menurutnya, maju dan berkembangnya industri alat perkakas pertanian dalam negeri tidak terlepas dari peran dan kerjasama semua pihak. Antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri baik swasta maupun BUMN, asosiasi serta masyarakat.

"Untuk itu kami mengajak kepada semua pihak untuk turut mendukung dan mensukseskan keberadaan industri alat perkakas pertanian dalam negeri dengan mencintai, membeli dan memakai produk alat perkakas pertanian dalam negeri," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini