Image

Syarat Pencairan Dana Kereta Cepat dari China

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648455 syarat-pencairan-dana-kereta-cepat-dari-china-rRo3zlvPaQ.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama China telah memulai pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, proyek tersebut dipastikan tetap berjalan tanpa adanya kendala lahan.

Menteri BUMN Rini Soemarno pun menampik isu terkait masalah lahan yang berdampak belum cairnya dana dari China. Menurutnya, sejauh ini proyek tersebut tidak bermasalah.

"Enggak ada masalah, cuma tunggu Rencana Tata Ruang (RTRW) wilayah. Kan harus tunggu RTRW nasional. Jadi penlok (Penetapan lokasi) sudah ada tapi kalau RTRW nasional belum ditandatangani Pak Jokowi, dan itu harus melalui Perpres, belum bisa kita bayar," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

China pun masih menunggu terbitnya RTRW ini. Jika telah terbit, maka dana dari China dipastikan akan cair untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kan tunggu, sekarang yang kita pakai modal, jadi China masukin modal. Mereka tunggu tambahan modal sampai RTRW nasional keluar, Karena dasarnya 60:40%. Jadi mereka harus masukin uangnya. So far mereka sudah masukin Rp500 miliar. Dasarnya mereka harus taruh Rp2 triliun, dasarnya mereka tunggu RTRW, kalau RTRW selesai enggak ada masalah," jelasnya.

RTRW ini pun diharapkan dapat segera terbit. Dengan begitu, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan dapat selesai tepat waktu.

"Sudah (diajukan ke Setneg), itu kan PP harus paraf menteri. Menteri semua sudah paraf dan diberi ke Setneg , jadi kalau ketemu Mensesneng saya akan mohon supaya cepat," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini