Image

Dipanggil Presiden Jokowi, Gubernur Kaltara Bahas Pelabuhan hingga Jalan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648598 dipanggil-presiden-jokowi-gubernur-kaltara-bahas-pelabuhan-hingga-jalan-iVYFxmLTLf.jpg Jokowi Rapat Terbatas (Foto: Biro Pers)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan rapat terbatas untuk membahas tentang proyek infrastruktur prioritas di Provinsi Kalimantan Utara. Turut hadir dalam rapat terbatas ini Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambire.

Menurut Irianto, terdapat beberapa hal yang dibahas dalam rapat terbatas kali ini. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur pelabuhan.

"Ada beberapa hal yang diminta Presiden untuk ditindaklanjuti. Pertama, untuk bandara 2018 dianggarkan, bandara Juwata. Sebatik akan dikaji ulang karena menyangkut keselamatan penerbangan. Tapi sesuai usulan menkopolhukam, nanti bisa diarahkan untuk kepentingan pertahanan negara dan pergelaran pasukan TNI ke depan. Jadi Sebatik masih bisa dimungkinkan," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Tak hanya itu, pembangunan dermaga di perbatasan juga diminta untuk ditindaklanjuti oleh Menteri Perhubungan. Termasuk di antaranya adalah pelabuhan pesawat.

"Lalu pembangunan jalan diberi perhatian khusus dan disetujui agar pembangunan jalan lebih difokuskan untuk membuka isolasi dan itu adalah prioritas membuka jalan dari Malinau. Pada prinsipnya menteri PU berjanji akan berkunjung ke sana. Mulai 2018 akan diusulkan anggarannya," jelasnya.

Industri tambang pun juga dibahas dalam pertemuan ini. Sektor ini pun juga akan tetap dikembangkan oleh pemerintah.

"Nanti itu smelter. Kalau gas pengolahan berbasis otomatis saja di kawasan industri, misalnya industri berbasis gas, industri berbasis kelapa sawit. Itu urusan berikutnya, tapi secara kebijakan itu disetujui atau didukung Presiden. Sektor unggulan di industri-industri baru, hilir yang ada di sana seperti kelapa sawit, industri hilir minyak sawitnya bukan minyak sawitnya yang kita kembangkan," ungkapnya.

Diharapkan, sektor ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. Utamanya setelah membaiknya ekonomi Kalimantan Utara.

"Kita kan masih positif dibandingkan Kalimantan Timur," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini