Image

Demi 1 Juta Rumah, SMF Ajak Investor Ambil EBA-SP

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 10:09 WIB
https img okeinfo net content 2017 03 21 470 1647942 demi 1 juta rumah smf ajak investor ambil eba sp XdNc7YfK9x jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Demi mendukung program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh pemerintah, PT Sarana Multigiriya Finansiai (Persero) menggelar Sosialisasi Instrumen Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) kepada pelaku jasa keuangan.

EBA-SP sendiri telah tercantum dalam POJK No.23 tahun 2014, tentang Pedoman Penerbitan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya aktif SMF dalam rangka memberikan informasi dan pemahaman terkait instrument EBA-SP kepada Pelaku Jasa Keuangan.

"Kami berharap sosialisasi ini dapat mendukung pengembangan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP), demi mendukung program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,”kata Ananta Wiyogo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Ananta mengajak semua investor untuk dapat mengambil bagian dalam EBA-SP, yang merupakan salah satu sumber pembiayaan perumahan, demi terwujudnya kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Dia berharap, kalangan penyalur KPR terutama Perbankan tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan sekuritisasi tagihan KPR untuk memperoleh dana jangka panjang. Pasalnya, karena Pemerintah telah menyediakan institusi yang khusus untuk memfasilitasinya.

"Demikian para investor juga semakin confidence untuk berinvestasi di SMF dalam bentuk EBA - SP sebagai pembiayaan sekunder perumahan," ungkap Ananta.

Program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan oleh Pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak karena program ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karenanya kedua sisi, baik penyediaan rumah maupun pembiayaan perumahan menjadi concern Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

”Masyarakat kelas menengah ke bawah, memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah yang tetap, haI tersebut dapat dicapai dengan dua hal, yaitu tenor pinjaman yang panjang sehingga angsuran lebih rendah, dengan demikian didapatkan sumber dana jangka panjang. Kedua, tingkat suku bunganya tetap sehingga besarnya angsuran juga tetap," paparnya. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini