Image

Pasar Terbesar di Asia Tenggara, Konstruksi RI Harus Pacu Kualitas

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 21 470 1648271 pasar-terbesar-di-asia-tenggara-konstruksi-ri-harus-pacu-kualitas-iqjQxDCPpb.jpg Diskusi UU Jasa Konstruksi (Foto: Trio/Okezone)

JAKARTA - Indonesia menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tercatat sebagai pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara. Sebagai pasar terbesar, tentu menjadi PR besar bagi para pelaku jasa konstruksi dalam negeri.

"Kita sebagai negara berkembang lebih banyak butuh infrastruktur, dalam kenyataan sekarang kita menjadi pasar konstruksi terbesar di Asia Tengara, di Asia ke 4," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yaya Supriyatna di Gedung DPR RI, Selasa (21/3/2017).

Saat ini, telah disahkan undang-undang 2/2017 tentang Jasa Konstruksi. Diharapkan dengan adanya undang-undang tersebut, pelaku jasa konstruksi mampu memacu kualitasnya agar mampu meningkatkan daya saing.

"Di pasar itu kita butuh payung hukum. Pertama mewujudkan infrastruktur yang andal. Kedua tidak kalah penting bisa mengajak dan memberikan peran besar kepada pengusaha jasa konstruksi sehingga bisa menjadi tuan di dalam negeri," jelasnya.

Dalam undang-undang jasa konstruksi tersebut pun menurutnya telah dimasukkan sejumlah formula untuk mendorong pelaku jasa konstruksi agar mampu menjadi profesional yang lebih berdaya saing.

"Dalam rangka memberi suatu pekerjaan hasil produk yang diharapkan di dalam undang-undang 2/2017 tentang Jasa Konstruksi ini beberapa hal baru memberikan formula khusus, yaitu keamanan dan lainnya," lanjutnya.

"Kita sebelum ada undang-undang ini yang kita kenal hanya K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja). K3 itu hanya menjadi penjamin kesehatan dan keselamatan kerja. Tapi yang dituju adalah di produk konstruksi harus dihasilkan dengan baik," tambahnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini