Bank Dunia: Kabar baik Ekonomi RI Tumbuh hingga 5%

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 22 20 1648858 bank-dunia-kabar-baik-ekonomi-ri-tumbuh-hingga-5-kgfH29tooZ.jpg Foto: Dedy/Okezone

JAKARTA - Bank Dunia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini meluncuran laporan terbaru Indonesia Economic Quarterly (IEQ). Indonesia Economic Quarterly merupakan laporan yang dikeluarkan tiap tiga bulan dan berisi kondisi terkini ekonomi nasional. 

Dalam catatannya, Bank Dunia melihat bahwa fundamental ekonomi Indonesia terus mengalami penguatan. Hal ini dicapai di tengah tingkat pertumbuhan petekonomian yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang rendah, defisit fiskal yang konservatif, serta tingkat inflasi yang menyentuh rekor terendah.

"Kabar baik ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5% pada tahun 2016. Kita harap tahun 2017 hingga 2018 ekonomi dapat terus tumbuh," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia Rodrigo Chaves di Energy Building, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Di tengah ketidakpastian kebijakan global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 menguat didukung oleh pertumbuhan konsumsi swasta yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena perkiraan kondisi perekonomian tetap positif dan didukung oleh proyeksi peningkatan perekonomian global dan pemulihan harga komoditas. 

Hal ini pun yang menyebabkan nilai investasi dan ekspor meningkat. Keadaan ini turut mendorong membaiknya fundamental ekonomi Indonesia.

"Pada sektor fundamental ekonomi Indonesia berada pada keadaan yang baik di tengah harga komoditas yang masih belum sepenuhnya membaik," ungkapnya.

Nilai tukar Rupiah yang stabil, inflasi yang rendah, angka pengangguran yang menurun dan upah riil yang melonjak meningkatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan konsumsi swasta. Diharapkan, keadaan dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.

"Secara general domestik ekonomi Indonesia mulai membaik. Kita yakin pertumbuhan ekonomi 5% bisa tetap tumbuh dengan kebijakan yang dikeluarkan. Kita juga telah melakukan reformasi struktural," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad pada kesempatan yang sama.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini