nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang IPO, Aramco Terbitkan Obligasi USD2 Miliar?

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 08:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 22 278 1648777 jelang-ipo-aramco-terbitkan-obligasi-usd2-miliar-11FPt3Ih6H.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Saudi Arabian Oil Co atau Aramco tengah menjadi pusat perhatian investor. Pasalnya, produsen minyak tersebut dikabarkan akan melakukan aksi korporasi yakni menerbitkan obligasi sebelum initial public offering (IPO).

Informasi yang berhembus, Aramco tengah mempersiapkan penerbitan obligasi USD2 miliar. Menurut orang yang mengetahui transaksi tersebut, penerbitan obligasi merupakan langkah pertama dari rencana raksasa energi untuk memasuki pasar modal.

Saudi Aramco, akan menjual obligasi syariah atau sukuk, pada awal kuartal kedua.

"Mereka go public tahun depan dan akan mengungkapkan tentang audit keuangan mereka. Pilihan terbaik bagi Aramco adalah untuk mengumpulkan uang melalui efek beragun aset seperti sukuk," kata analis independen Mohamed Ramady mengomentari isu tersebut.

Namun ketika dikonfirmasi, juru bicara Saudi Aramco menolak berkomentar.

Sementara itu terkait rencana IPO, Aramco dikabarkan menunjuk HSBC Holdings Plc dan Riyad Capital. Lalu apakah keduanya juga membantu penerbitan obligasi tersebut? Hingga kini belum ada yang bisa membuktikannya. Isu lain juga mengatakan bahwa obligasi diterbitkan dalam bentuk dolar Amerika.

Sekadar diketahui, Arab Saudi juga merencanakan penjualan obligasi syariah dalam bentuk riyal bagi institusi lokal tahun ini. Tujuannya untuk membantu meningkatkan pasar sukuk negara itu.

Sebelumnya, Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan, penjualan saham Aramco akan kurang dari 5 persen dan akan melalui penawaran IPO.

Dia juga mengatakan ada rencana untuk mengubah Aramco menjadi sebuah perusahaan induk dengan nama lengkap Arabian American Oil Company. Anak perusahaan juga akan dijual oleh IPO sebagai bagian dari privatisasi dan untuk membawa lebih banyak transparansi dalam perusahaan raksasa minyak tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini