Bukit Asam Alokasikan USD2,5 Miliar Bangun Pembangkit Listrik

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 22 278 1649127 bukit-asam-alokasikan-usd2-5-miliar-bangun-pembangkit-listrik-DzKQK1l7LH.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA -  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengalokasikan dana sebesar USD2,5 miliar guna membiayai pembangunan mega proyek PLTU yang akan menghasilkan energi listrik berkapasitas hingga 5.000 MW (Megawatt). Dana tersebut berasal dari ekuitas perseroan.

Direktur Keuangan PTBA Achmad Sudarto mengatakan, sejauh ini ekuitas PTBA masih dapat untuk membiayai mega proyek tersebut. Sehingga pihaknya belum berencana mengeluarkan surat utang (bond) untuk membiayai pendanaan proyek tersebut.

"Tadi saya bilang uangnya masih banyak, kalau emergency pakai saja uang yang ada. Kalau nanti dibutuhkan baru keluarkan bond, kalau butuh kita masih punya stand by loan kalau hanya USD2 miliar cukuplah," ujar Sudarto di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Alternatif pijaman (loan) menjadi pilihan bila kebutuhan realisasi pendanaan kecil. Sedangkan penggunaan surat utang (bond), akan dikeluarkan jika terdapat pendanaan besar.

"Kalau kecil mungkin pakai loan dulu, kalau harus besar pakai bond," imbuhnya.

Skema pembiayaan ini akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama dan kedua akan disalurkan sebesar 30%, sedangkan tahun ketiga sebesar 40% pembiayaan.

Sekadar informasi, PTBA menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap sebesar 5.000 Mw pada tahun 2023. Hingga saat ini perseroan telah membangun PLTU berkapasitas 2x110 MW, 2x8 MW, dan 3x10 MW. Perseroan pun telah memiliki satu perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk PLTU Mulut Tambang Bangko Tengah 2x620 MW atau Sumsel-8 senilai USD1,59 miliar.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini