Perbesar Aset hingga Rp27 Triliun, Bukit Asam Tempuh Jalur Ini

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 22 320 1649098 perbesar-aset-hingga-rp27-triliun-bukit-asam-tempuh-jalur-ini-UC0LaPRaTu.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) akan melakukan langkah pengembangan usaha melalui skema Mergers and Acquisitions (M&A) pada tahun ini.

Direktur Keuangan Bukit Asam Achmad Sudarto mengatakan PTBA akan secara agresif mengambil langkah M&A baik yang bersifat organik maupun anorganik.

"Mungkin industri-industri yang tidak ada hubungannya sama batu bara, seperti kapal, CPO, company, tidak harus company batu bara," jelas Sudarto di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Keputusan pelebaran sayap PTBA ke sektor non tambang didasarkan pertimbangan untuk percepatan perusahaan. Mengingat harga batu bara yang cenderung fluktuatif.

"Butuh size up di company. Kalau hanya menggunakan batu bara mungkin, tapi saya tidak bisa lompat. Mungkin lima tahun ke depan meningkat," tambah dia.

Perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia ini akan menyasar korporasi domestik dengan regulasi off shore. Hingga saat ini beberapa korporasi telah sampai pada tahapan pembahasan finansial untuk kesepakatan harga.

Target pertumbuhan aset dari proses M&A ini adalah setengah dari aset yang dimiliki PTBA pada Desember 2016, yaitu Rp18,57 triliun. Artinya, aset perusahaan bisa tumbuh mencapai Rp27,85 triliun setelah proses akuisisi dilakukan.

"Kalau jadi, kalau asetnya besar saya. Pada Desember Rp18 triliun. Mungkin setengah dari aset, depends on," tambah dia.

Kendati demikian, Sudarto belum dapat merinci nama-nama korporasi terkait. Dia hanya menekankan sektor yang akan disasar adalah Crude Palm Oil (CPO).

"Termasuk power plant dan CPO company, pokoknya sektornya itu yang tadi," pungkas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini