nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Pertimbangan, Pembahasan RUU Pertanahan Terancam Mundur

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 20:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 22 470 1649430 banyak-pertimbangan-pembahasan-ruu-pertanahan-terancam-mundur-T2Ds3jKsRz.jpg Menteri ATR Sofyan Djalil (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mematangkan pembahasan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pun telah ditunjuk sebagai pimpinan untuk melakukan konsolidasi terkait (RUU) ini.

"RUU tanah diminta koordinasi dengan Menko," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Banyak masukan yang hingga saat ini masih menjadi pertimbangan dari pemerintah. Untuk itu, pembahasan pada internal pemerintah perlu dilakukan sebelum nantinya dibahas bersama DPR RI.

"Sebenarnya isu yang diangkat oleh berbagai Kementerian sudah ter-cover. Sebenarnya RUU ini komprehensif tapi banyak pandangan yang perlu di pertimbangan," jelasnya.

Pembahasan bersama DPR RI rencananya akan dilakukan pada tanggal 1 April mendatang. Namun, pembahasan RUU ini terancam tertunda karena pemerintah masih harus melakukan konsolidasi.

"Kami janji masuk ke DPR 1 April, akan ditunda karena perlu sekali rakor di Menko," tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, RUU ini ditargetkan akan dibahas bersama DPR RI pada masa sidang ini. Pembahasan ini perlu dilakukan mengingat banyaknya persoalan penting dalam RUU ini.

"Ada urusan di dalamnya, ada yang berkaitan dengan aset-aset negara dengan Menteri Keuangan kemudian terkait dengan sumber daya alam dengan ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan ada tni-polri pemerintah dan sebagainya. Sehingga ini betul-betul lintas sektoral dan ini menyangkut kepentingan yang sangat luar biasa. Maka diputuskan pemerintah dalam hal ini berhati-hati mengambil posisi dan untuk itu ditugaskan kepada Menko Perekonomian untuk menyelesaikan," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini