Membayar Mahal Untuk Asuransi Jiwa KPR

Agregasi Cekaja.com, Jurnalis · Jum'at 24 Maret 2017 21:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 23 470 1650371 membayar-mahal-untuk-asuransi-jiwa-kpr-vSvKdkcWsW.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Asuransi jiwa KPR atau asuransi kredit bertujuan untuk memproteksi risiko kegagalan dalam membayar akibat kematian selama masa angsuran. Nilai pertanggungan yang dibayarkan sesuai dengan nilai total sisa angsuran.

Tentang asuransi kredit ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship.

Pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 tersebut menyatakan: “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit”

Dalam penentuan premi, usia dan kondisi kesehatan turut menentukan mahal atau tidaknya premi yang harus dibayar. Selain itu, skema asuransi yang diambil juga turut menentukan harga premi. Dalam skema asuransi tipe first to die, perusahaan asuransi jiwa bakal membayar uang pertanggungan 100% jika salah satu debitur meninggal dunia, entah itu istri atau suami (jika penghasilan saat pengajukan KPR dihitung sercara joint income).

Sedangkan dalam skema the last survivor, asuransi baru akan membayar klaim jika kedua debitur meninggal dunia. Biasanya bank telah menetapkan perusahaan asuransi yang digandengnya. Karena itu, debitor tinggal membayarkan premi tersebut. Bila sampai masa angsuran berakhir risiko yang di-cover tidak terjadi, maka nilai premi tersebut tidak dikembalikan kepada debitur, melainkan menjadi hak perusahaan asuransi.

Akan tetapi sejumlah perusahaan asuransi menawarkan produk yang memungkinkan debitur mendapatkan kembali nilai premi tersebut di kemudian hari. Umumnya soal pengembalian premi ini berlaku apabila debitur melakukan percepatan pelunasan.

Harganya yang mahal membuat banyak debitur berusaha menekan premi yang dibayar. Padahal asuransi kredit ini sangat penting supaya keluarga yang ditinggalkan tidak terbebani dan KPR dianggap lunas. Jadi sebelum menghitung besarnya cicilan, perhatikan pula biaya-biaya lain seperti biaya provisi, biaya notaris, dan premi asuransi kredit. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini