nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Tiap Tahun Backlog Rumah Bisa Bertambah 400 Ribu

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 27 Maret 2017 15:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 27 470 1652213 sri-mulyani-tiap-tahun-backlog-rumah-bisa-bertambah-400-ribu-pHjaD7Rv2X.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Gap atau kesenjangan kebutuhan rumah masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Tiap tahun terjadi backlog perumahan akibat ketersediaan rumah siap huni tak mencukupi permintaan.

Kondisi tersebut pun menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi tantangan bagi berbagai pihak yang saling berkepentingan. Sebab, jika masalah backlog tak diselesaikan akan menimbulkan gap yang semakin besar.

"Pertama gap kebutuhan rumah untuk masyarakat. Kalau setiap tahun cuma sekitar 1 juta (pembangunan rumah) kemudian cuma 60% baik dari sisi private maupun government yang bisa dipenuhi maka selalu ada backlog," katanya di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (27/3/2017).

Saat ini, disebutkannya ada sekitar 10 juta rumah lebih mengalami backlog. Dengan asumsi dari 1 juta rumah yang dibangun tiap tahun dan hanya mampu terpenuhi sebanyak 60% maka disebut Sri Mulyani akan terjadi backlog tambahan sebanyak 400 ribu tiap tahun.

"Saat ini estimasinya ada 10-12 juta unit rumah backlog. Jadi tiap tahun tambah 400 ribu, tiap tahun akan semakin tinggi kalau kita tidak selesaikan," lanjutnya.

Menurutnya akan semakin banyak masyarakat yang hidup di tempat tanggal yang tidak layak huni jika masalah backlog tak segera diatasi dengan baik.

"Kalau ini tidak kita pikirkan maka urbanisasi di Indonesia adalah urbanisasi yang tak terstruktur maka makin banyak masyarakat hidup di tempat kumuh. Makin sulit mengatur," terangnya.

Padahal, ia menjelaskan, setiap pembangunan rumah mampu memberikan efek yang positif yang besar. Sebab, dengan dibangunnya rumah akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor industri penyedia material perumahan.

"Satu rumah di bangun dia sudah menimbulkan keterkaitan mulai industri kayu, semen, lantai, genteng, kemudian isi rumahnya sendiri dan ini lah yang menimbulkan banyak sekali hal yang perlu kita dorong karena akan memberikan impact yang sangat besar sekali," tambah Sri Mulyani.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini