20% Masyarakat Tak Mampu Beli Rumah Akan Dibantu BSPS

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 27 Maret 2017 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 27 470 1652429 20-masyarakat-tak-mampu-beli-rumah-akan-dibantu-bsps-yvH6kTIV6f.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ada 20% masyarakat Indonesia yang tidak mampu untuk membeli rumah. Terkait hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya merangkul kalangan tersebut.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, Kementerian PUPR akan membantu 20% masyarakat tersebut untuk memiliki rumah dengan social housing atau rumah sosial.

"Dari 20% itu harus benar-benar yang miskin yang dibantu dengan social housing, rumah sosial. Misalnya mereka yang tuna wisma, lansia (lanjut usia), itu dibangun rumah sosial, rumah jompo," katanya di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (27/3/2017).

Namun, ia menggaris bawahi, bantuan tersebut di atas untuk 20% masyarakat yang tidak mampu memiliki rumah memang yang benar-benar tidak mampu. Sehingga bantuan tersebut tak menyasar ke kalangan yang tidak tepat.

"Itu mesti dibagi-bagi, segmentasi, 20% itu benar-benar yang miskin sama yang MBR yang masih awal banget, di bawahnya MBR yang dapat bantuan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) berupa rumah swadaya," jelasnya.

Ia pun menjelaskan skema bantuan terhadap 20% masyarakat yang tidak mampu membeli rumah melalui bantuan BSPS. Salah satunya, dengan membantu masyarakat yang sudah memiliki tanah untuk membangun rumah di atas tanahnya.

"Jadi mungkin mereka punya tanah tapi tidak punya kemampuan untuk kredit. Jadi, mereka dapat bantuan yang BSPS, itu nanti dapat pendampingan dan setiap KK (Kepala Keluarga) dapat bantuan dana tertentu untuk memperbaiki rumahnya, atau untuk bangun baru," tambahnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini