nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Dirgantara Indonesia Suplai Komponen Pesawat Airbus

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 29 Maret 2017 18:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 29 320 1653908 mantap-dirgantara-indonesia-suplai-komponen-pesawat-airbus-FHnxwl1QJA.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi salah satu perusahaan BUMN yang turut menjalin kerjasama dengan Prancis. Hal ini disepakati dalam kunjungan Presiden Prancis Fran├žois Hollande ke Indonesia pada hari ini.

Wakil Ketua Kadin bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, kerjasama ini akan dilakukan dengan Airbus. PTDI pun nantinya akan bertindak sebagai penyuplai komponen bagi produk Airbus, khususnya di Indonesia.

"Ini mernarik karena PTDI akan jadi global supply chain-nya Airbus. Jadi PTDI itu kerjasama bikin komponen untuk Airbus. PTDI saat ini juga sudah supply untuk Airbus untuk komponen-komponen yang dia pakai," jelasnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Kerjasama ini pun telah ditandatangi bersama Kementerian Perindustrian. Selain itu, juga terdapat beberapa kerjasama lainnya yang disepakati dalam kunjungan kali ini. Salah satunya adalah pada sektor kemaritiman.

"Sektor kerjasama ada di maritime, shipping, energi renewable, ekonomi kreatif, ini hal yang lagi dikerjasamakan," jelasnya.

Diharapkan, kerjasama ini dapat terus dilakukan antara kedua negara. Utamanya setelah adanya pemilihan umum di Prancis yang akan dilakukan.

"Shipping itu sektor yang bagus untuk ditawarkan ke Perancis. Tapi yang mau ditawarkan lagi itu di defence," tuturnya.

Seperti diketahui, terdapat 5 perjanjian kerjasama dalam kunjungan Presiden Prancis kali ini. Nilainya pun secara total mencapai USD 2,6 miliar.

"Tadi ditandatangani 5 perjanjian nanti di KKP juga ada perjanjian yang ditandatangani. Akan ada 11 perjanjian lagi dengan swasta dan BUMN jadi 5 plus 11," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selain ekonomi, kerjasama juga dilakukan pada sektor non ekonomi. Salah satunya adalah pada sektor pertahanan.

"Pertahanan sudah ada Indonesia-French defence dialogue. Jadi komitmen nya untuk meningkatkan dialog kemudian capacity building.

Perancis adalah negara yang sering mengalami serangan. Presiden Hollande juga cerita penduduk muslim banyak sekali," jelasnya.

Prancis pun ingin belajar kepada Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi. Diharapkan, kerjasama ini dapat menguntungkan kedua negara.

"Presiden Hollande melihat Indonesia yang penduduknya banyak muslim tapi bisa mengembangkan demokrasi. Perancis ingin belajar ke Indonesia. Untuk demokrasi dan juga countering terrorism," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini