Image

Bandara Adi Soemarno Diproyeksikan Jadi Hub Jawa

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Minggu 02 April 2017, 14:55 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 02 320 1656885 bandara adi soemarno diproyeksikan jadi hub jawa B8J4S2zxJi jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SURAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menjadikan Bandara Adi Soemarmo sebagai salah satu bandara hub di Jawa sehingga Solo menjadi pusat di mana kota-kota besar di Indonesia bagian timur atau barat misalnya Ambon, Manado, Medan, Padang dapat langsung ke Solo.

“Apabila jadi pusat, pesawat yang menuju Jawa Tengah tidak perlu ke Jakarta dulu. Dengan begitu, tahun lalu sudah ada kenaikan yang signifikan,” tegas Menhub saat melakukan peninjauan ke Bandara Adi Soemarmo, Solo terkait revitalisasi bandara tersebut yang dilansir dari Laman Kemenhub, Minggu (2/4/2017).

Pengembangan Bandara Adi Soemarmo Solo akan menambah rute dan penumpang internasional di bandara tersebut. Saat ini, terdapat 3 maskapai yang melayani rute internasional yaitu Garuda Indonesia, Air Asia, dan Lion Air dengan 2 tujuan yaitu Jeddah dan Kuala Lumpur.

“Dengan pengembangan, Bandara Adi Soemarmo akan menjadi bandara yang benar-benar internasional, yang dapat melayani rute misalnya ke Jepang atau China,”

Untuk mengimplementasikan hal tersebut, Menhub menjelaskan, banyak hal yang akan dilakukan yaitu di antaranya menambah kapasitas terminal tersebut dari 13.000 m2 menjadi 26.000 m2 yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.

Runway juga akan diperpanjang yang asalnya 2.600 m, bertahap menjadi 2.800 meter kemudian nanti jadi 3.000 m sehingga pesawat wide body bisa masuk,” papar Menhub.

Ditargetkan perpanjangan runway menjadi 2.800 meter tersebut dapat selesai pada 2018 apabila pembebasan lahan sudah selesai.

Selain itu, Menhub mengatakan, slot penerbangan di bandara tersebut akan diefektifkan, salah satu caranya adalah dengan memindahkan flying school di bandara tersebut.

“Untuk mengefektifkan slot, diharapkan flying school tidak ada di sini sehingga movement pesawat yang asalnya 70 movement dapat menjadi 80, bahkan dapat menjadi 100 movement per harinya,” jelas Menhub.

Dengan demikian, jumlah penumpang juga akan bertambah menjadi 4 juta penumpang per tahunnya.

Menhub juga menyatakan dengan jam operasi Bandara Adi Soemarmo yang diperpanjang hingga pukul 24.00, pihaknya mendorong para maskapai untuk memanfaatkan hal tersebut.

“Kami tidak bisa mendorong maskapai apabila tidak ada penumpangnya. Oleh karena itu sekarang kami melakukan test case dengan Lion Air, mudah-mudahan bisa mendorong jumlah penumpang menjadi 4 juta,” jelas Menhub.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini