Image

Menhub Targetkan Penghematan Anggaran hingga Rp6 Triliun

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 04 April 2017, 17:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 04 20 1658806 menhub-targetkan-penghematan-anggaran-hingga-rp6-triliun-lsKqk1q3Ke.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan jajaran Menteri Kabinet Kerja untuk melakukan penghematan anggaran besar-besaran. Pasalnya, anggaran perlu digunakan untuk membangun proyek infrastruktur prioritas.

Menteri Perhubungan Budi Karya pun telah memiliki serangkain rencana untuk melakukan penghematan anggaran. Nantinya, Kementerian Perhubungan akan melakukan penyisiran alokasi dana yang dapat dihemat.

"Banyak yang kita lakukan. Pertama kali apa yang saya lakukan memastikan bahwasanya proyek itu merupakan proyek yang digunakan. Kalau proyek-proyek itu untuk cari proyek, saya drop. Kan banyak ada proyek dikreasi tapi fungsinya enggak ada. Pelabuhan enggak ada gunanya, lapangan udara juga begitu, yang paling besar di situ," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Anggaran rapat pun nantinya juga dapat dihemat oleh Kementerian Perhubungan. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan rapat melalui video conference.

"Lainnya, kami mengefisiensikan perjalanan ke luar kota dan luar negeri, mengefisiensikan rapat, rapat di kantor terus, kalau rapat kerja diminta di Jakarta saja, enggak usah ke mana-mana. Kita mengaktifkan video conference sehingga ketika ada instruksi kita enggak perlu kumpul. Kita cukup lewat video conference sampaikan info-info itu," ungkapnya.

Diperkirakan, upaya ini nantinya akan menghasilkan anggaran hingga mencapai Rp6 triliun. Dana ini pun bisa dialihkan untuk membangun proyek infrastruktur prioritas.

"Kalau yang project-project itu (proyek non prioritas) Rp5 triliun itu ada ya. Yang tidak bermanfaat menjadi bermanfaat. Untuk anggaran seperti itu (efisiensi rapat) bisa Rp1 triliun. Jadi total bisa Rp6 triliun," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata tidak akan melakukan penghematan. Salah satu penyebabnya adalah karena anggaran saat ini telah difokuskan pada program prioritas.

"Persis sesuai arahan Presiden. Kemenpar hanya boleh untuk prioritas. Saya sendiri yang pimpin susun anggaran itu, yang rutin hanya untuk SDM 6-7%, yang lain harus dibuat berdasar prioritas sampai habis. Untuk diketahui prioritas habis tapi anggaran enggak cukup," tuturnya.

Menurut Arief Yahya, penghematan telah dilakukan sejak awal tahun. Anggaran saat ini pun telah dialokasikan untuk sektor-sektor prioritas.

"Banyak yang di skip karena kita hanya disetujui 48% dari yang kita minta Rp8 triliun, disetujui Rp3,8 triliun. Itu hanya untuk program prioritas," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini