Image

Instruksi Jokowi, Mentan Lakukan Penghematan hingga Rp3,7 Triliun

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 04 April 2017, 17:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 04 20 1658820 instruksi-jokowi-mentan-lakukan-penghematan-hingga-rp3-7-triliun-R26U84mICA.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan jajaran Menteri Kabinet Kerja untuk melakukan penghematan anggaran besar-besaran. Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat memfokuskan pembangunan pada proyek prioritas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian pun telah melakukan penghematan sebesar Rp3,7 triliun pada tahun ini. Anggaran yang tersisa akan digunakan pada tahun ini untuk proyek prioritas.

"Kita sudah lakukan 3 tahun berturut-turut. Tahun 2015 Rp4,1 triliun, 2016 Rp3,9 triliun, 2017 Rp3,7 triliun. Jadi biaya posnya biaya perjalanan dinas kami cabut yang tidak terlalu produktif ada Rp800 miliar," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Kementerian Pertanian pun akan fokus pada proyek prioritas lainnya seperti pemberian alat mesin pertanian. Hal ini perlu dilakukan agar para petani dapat terus meningkatkan nilai produksi pertanian setiap tahunnya.

"Khusus pertanian, traktor itu belanja barang, irigasi belanja modal. Karena ini tanahnya petani. Kemarin kami, yang jelas untuk sektor produktif dulu kami hanya 35%, di saat 2014. Sekarang di 2017 70%, ini dibalik. Justru belanja modal kami tahan. Seperti bangun gedung kantor, itu kan belanja modal tapi tidak berpengaruh langsung pada produksi, yang kita genjot adalah irigasi, alat mesin pertanian, pasca panen," tuturnya.

Presiden pun menginginkan agar anggaran yang digunakan nantinya dapat difokuskan untuk meningkatkan produksi pertanian. Dengan begitu, pemerataan ekonomi pun dapat tercapai hingga ke perdesaan.

"Kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden, wapres dan menkeu bahwa lahan yang kita buat irigasi, lahan ini punyanya petani. Jadi belanja barang karena bukan milik pemerintah. Intinya Bapak Presiden adalah bagaimana anggaran ‎ini produktif, dan untuk pertanian alhamdulillah produksi naik," tutupnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini