Image

Diskusi dengan Jokowi, Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di 2018

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 04 April 2017, 20:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 04 20 1658970 diskusi-dengan-jokowi-sri-mulyani-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-5-6-di-2018-wtDH7eAYbE.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 idealnya berada di kisaran angka 5,6%. Munculnya besaran angka tersebut setelah dilakukan sejumlah pertimbangan-pertimbangan yang dianggap matang.

"Ya ternyata kalau kita lihat kan kemungkinan baseline-nya di 5,4%. Baseline untuk 2018. Dan kita sudah diskusikan dengan Bapak Presiden (Jokowi), Wapres (Jusuf Kalla), dan para menko (Menteri Kordinator), sesudah melihat komposisi pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan, dan dari sisi produksi, presiden menetapkan bahwa 5,6% adalah tingkat yang dianggap optimistik, namun tetap kredibel," katanya di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (4/4.2017).

Dalam beberapa kesempatan dalam rapat kabinet dengan presiden pun, dia menyebutkan, angka pertumbuhan ekonomi telah dibahas dikisaran angka 5,4% hingga 6,1%.

"2018 kita memang mulainya selalu dengan range. Mempresentasikan kepada Bapak Presiden (Jokowi) di sidang kabinet, ini sudah yang ketiga kali, rangenya 5,4% sampai 6,1% untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2018, kita untuk kalkulasi RAPBN 2018," terangnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, dari rentang pertumbuhan ekonomi tersebut didapatkan angka 5,6 karena ada faktor-faktor tertentu yang membuat pemerintah agaknya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 dapat menempuh angka 5,6%.

"Nah, range antara 5,4% dengan 6,1% kan masing-masing punya argumentasinya, ada alasannya. Faktor-faktor yang menunjang pertumbuhan ekonomi itu apa saja, dengan melihat kondisi pertumbuhan ekonomi sampai dengan hari ini, yang kita sebetulnya belum memiliki angka sampai dengan kuartal pertama kan. Tapi nanti kita lihat," lanjutnya.

Sebagai tahap awal, Sri Mulyani menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 dapat ditutup mendekati angka 5,2%. "Momentum sampai dengan kuartal terakhir 2016 dengan angka sekarang ini 2017 di 5,1%, dan kita berharap mungkin bisa mencapai mendekati 5,2%. Kita melihat dari komposisi permintaan dan dari sisi produksinya," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini