Image

Miris, Ayah dan Anak Ketipu Investasi Bodong! Uang Raib Rp1 Miliar

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 06 April 2017, 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 06 320 1660744 miris-ayah-dan-anak-ketipu-investasi-bodong-uang-raib-rp1-miliar-6C0cEU8uPT.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Investasi menjadi pilihan ketika seseorang ingin memanfaatkan harta yang dimiliki. Bisa menggunakan deposito perbankan, emas, sampai investasi saham yang belakangan ini tengahnaik daun.

Tapi siapa sangka, niat baik berinvestasi tak berbuah manis. Alih-alih mencari keuntungan, sebuah keluarga justru mengalami kerugian karena terjebak investasi bodong.

Salah satu korban investasi bodong Koperasi Langit Biru bersedia membagi pengalamannya kepada Okezone. Dia beserta Ayahnya tertipu iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan Koperasi Langit Biru.

Awal mula, dia mengaku diajak oleh orang dekat sebut saja keluarga dan tetangga. Dia ditawari invetasi berbasis syariah islam. Kejadiannya sekitar tahun 2010-2011.

Dia bergabung selama satu tahun dan telah menanamkan sejumlah modal di Koperasi Langit Biru. Sayangnya nasib sial menghampiri, pemilik koperasi yang bernama Haji Jaya Komara kabur.

"Terakhir dikabarkan meninggal, tapi kita juga enggak tahu meninggal benar apa enggak," kata dia kepada Okezone.

Jika ditotal kerugian yang dia terima sekira Rp25 juta. Namun kisah kelam ini tidak hanya dialami olehnya. Sang Ayah justru mengalami kerugian yang sangat besar.

Bahkan Ayahnya harus menjual harta yang dimiliki untuk menggantikan uang orang-orang yang sudah diajak mendaftar koperasi ini.

"3 mobil dijual, 2 rumah dijual. Jadi mobil Fortuner 1 unit, Rush 1 unit, Baleno 1 unit. Kemudian, rumah dengan bangunan baru seluas 200 meter, bangunan bertingkat kondisi baru dengan luas 100 meter. Jika ditotal Rp1 miliar lebihlah hilang," tegasnya.

Dia menjelaskan, model investasi di koperasi ini seperti multi level marketing (MLM). Setiap anggota diminta menyetor uang Rp15 juta di awal. Kemudian, setiap bulan diiming-imingi keuntungan Rp1,3 juta sampai Rp1,5 juta selama tiga tahun. Keuntungan bisa bertambah jika bisa mereferensi anggota baru dalam jaringan.

Dirinya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar tidak terjebak dengan inevstasi tidak jelas.

"Selain kerugian materi, intinya investasi ini merugikan sekali," tukasnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini