Image

Rugi Rp1 Miliar Akibat Investasi Bodong, Keluarga Ini Kapok dan Beralih ke Reksa Dana

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 07 April 2017, 06:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 06 320 1660758 rugi-rp1-miliar-akibat-investasi-bodong-keluarga-ini-kapok-dan-beralih-ke-reksa-dana-hHAD6Yq5dv.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investasi bodong menjadi momok menakutkan di kalangan masyarakat. Biasanya masyarakat diiming-imingi dengan keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang singkat.

Iming-iming tersebut membuat orang tergiur dan rela menyerahkan uangnya. Padahal, keuntungan berlipat ganda itu hanya jebakan.

Hal ini pernah dialami salah satu Korban Koperasi Langit Biru. Akibat kejadian 7 tujuh tahun silam, kini dirinya kapok dengan investasi yang hanya menawarkan untung besar.

Jika ditotal kerugian yang dia terima sekira Rp25 juta. Namun kisah kelam ini tidak hanya dialami olehnya. Sang Ayah justru mengalami kerugian yang sangat besar.

Bahkan Ayahnya harus menjual harta benda yang dimilikinya, demi menggantikan uang orang-orang yang sudah diajak mendaftar koperasi ini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sang Ayah.

"3 mobil dijual, 2 rumah dijual. Jadi mobil Fortuner 1 unit, Rush 1 unit, Baleno 1 unit. Kemudian, rumah dengan bangunan baru seluas 200 meter, bangunan bertingkat kondisi baru dengan luas 100 meter. Jika ditotal Rp1 miliar lebihlah hilang," tegasnya.

Baca Juga: 

Miris, Ayah dan Anak Ketipu Investasi Bodong! Uang Raib Rp1 Miliar
Miris, Ayah dan Anak Ketipu Investasi Bodong! Uang Raib Rp1 Miliar

Pasca kejadian tersebut, dirinya kini lebih memilih investasi yang lebih aman. Meski tidak menawarkan untung besar dalam waktu singkat, namun dia menilai investasi ini lebih aman.

"Bapak saya sudah trauma sekali, kalau sekarang lebih investasi reksa dana lebih aman," kata dia.

Dirinya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar tidak terjebak dengan inevstasi tidak jelas. Dia menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi lebih  berhati-hati dan pilih investasi yang aman.

"Intinya investasi ini merugikan sekali. Ya, saya milih reksa dana saja yang aman," tukasnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini