Image

BUSINESS HOT: Countdown Pengoperasian MRT Jakarta

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 09 April 2017, 14:19 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 07 320 1661744 business hot countdown pengoperasian mrt jakarta WkCEiTqQW2 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia sedikit lagi memiliki moda transportasi yang dapat dibanggakan dan bersaing dengan negara ASEAN lainnya, yakni Mass Rapid Transit (MRT). Tercatat, pembangunan MRT Jakarta secara keseluruhan progres konstruksi atau pembangunan sudah 68,98% per 31 Maret 2017.

Sementara, untuk underground section progres konstruksi sudah 84,47% dan elevated section sudah 53,62%. Dengan capaian ini, PT MRT Jakarta meyakini progres penyelesaian fase I tidak akan molor jadi jadwal. MRT Jakarta menyebut, kereta bawah tanah ini bisa beroperasi efektif pada Maret 2019.

"Kalau progres seperti ini terus kita harapkan sampai akhir tahun (2017) bisa 90% di dapat. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat di Fatmawati yang mengizinkan progres konstruksi dikerjakan," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Bakoel Koffee, Jakarta, Senin 3 April 2017.

William melanjutkan, melihat progres saat ini diharapkan pertengahan tahun 2018 prasarana dan sarana MRT Jakarta sudah bisa diintegrasikan. Tujuannya, supaya pada Maret 2019 sudah bisa mulai operasi.

"Setelah integrasi dilakukan kita akan coba run selama 3 bulan untuk tahap uji coba. Kita operasikan kereta tanpa penumpang," ujarnya.

Tak hanya berpuas diri pada pembangunan MRT fase I, nantinya MRT dilanjutkan pembangunannya pada fase II.

Sekadar informasi, pembangunan MRT fase I memiliki rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Tahap I yang dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proses pembangunannya sudah dimulai sejak 10 Oktober 2013

Sedangkan MRT Tahap II (Bundaran HI-Kampung Bandan)

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI sampai dengan Kampung Bandan sepanjang 8.1 km. Tahap II akan mulai dibangun tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

William menambahkan, posisi MRT Jakarta dalam melaksanakan dan mengeksekusi rute sesuai dengan arahan Pemerintah Daerah (Pemda). Di mana, sebelumnya antara Pemda dan KAI memutuskan tidak menggunakan lahan Kampung Badan karena masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Setelah dicarikan alternatif maka munculah rute alternatif Fase II dari Bunderan HI menuju Ancol Timur. Namun, setelah dikoordinasikan akhirnya rute yang ditetapkan sebagai rute Fase II adalah Bunderan HI-Kampung Bandan.

"Opsi Bunderan HI-Kampung Bandan sebagai prioritas. Karena kalau dimanfaatakan, biaya relatif lebih murah, dan fisible study sudah selesai. Bahkan tahun ini bassic enginering desain sudah bisa dilaksanakan. Kita harap sebelum 2018 sudah dilaksanakan," sambungnya.

William mengatakan, Bundaran HI-Kampung Bandan sudah berada dalam target MRT Jakarta. Jika dalam pengerjaan mundur, dikhawatirkan timeline pendanaan proyek MRT Fase II bisa terganggu. Untuk itu, dirinya berharap, Pemda dapat kembali memastikan bahwa Fase II yang dibangun rutenya dari Bunderan HI menuju Kampung Bandan.

"Kita katakan April 2017 batas akhir masukan usulannya. Sekarang Bunderan HI-Kampung Bandan sudah masuk blue book di Bappenas dan kemudian akan masuk green book. Kita harapkan segera bisa terlaksana sesuai apa yang diharpakan bersama," tandasnya.

MRT Jakarta juga membuka lowongan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung. Melalui program "MRT Memanggil" dihimbau kepada putra putri terbaik Indonesia untuk segera mendaftarkan diri dalam mewujudkan mimpi jakarta lebih baik.

"Ya kita membuka lowongan sekarang. Untuk tahun ini dibutuhkan 141 orang dan kami sudah membuka pendaftarannya dan bisa di cek di www.jakartamrt.co.id," tuturnya.

Dirinya memaparkan, beberapa posisi yang dibutuhkan seperti masinis, occ, maintenance, dan station staff. Khusus untuk masinis tentu posisi ini harus orang yang berpengalaman yang mendaftar.

"Kalau untuk occ, maintenace seperti rooling stock, maintenance track, hingga station staff atau terkait tiketing bisa segera mendaftar. Semua open recruitmen," tandasnya.

MRT Jakarta juga berharap Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang berisi perjanjian penugasan penyelenggaraan usaha di sekitar wilayah MRT Jakarta.

Tujuannya agar ruang lingkup pembangunan usaha di sekitar lingkungan MRT Jakarta memiliki standar internasional mulai dari pembangunan, pengoperasian, perawatan dan pengusahaan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini