Share

Daripada Mubazir, Apartemen Tak Produktif Semestinya Dikenakan Pajak?

Trio Hamdani, Okezone · Kamis 13 April 2017 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 13 470 1666306 daripada-mubazir-apartemen-tak-produktif-semestinya-dikenakan-pajak-jfRLxHTV0d.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam mengimplementasikan pajak terhadap apartemen kosong yang tidak dihuni dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, ketimbang apartemen tersebut kosong karena dipatok dengan harga tinggi lebih baik dikenakan pajak. Namun, rencana tersebut kini ditunda oleh pemerintah.

Padahal, dengan diterapkannya aturan terebut diyakini mampu membuat apartemen dapat dikelola secara lebih produktif. Seperti dikatakan Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus, apabila apartemen-apartemen kosong yang dimiliki oleh segelintir pihak dikenakan pajak seperti yang direncanakan pemerintah sebelumnya akan memacu mereka membuat apartemennya menjadi lebih produktif, semisal disewakan atau dijual dengan harga yang wajar.

"Artinya (penerapan pajak ini untuk) penerimaan negara. Ini kan bukan berarti pemerintah segala macam dipajakin, tapi memang ya mubazir (kalau apartemen sengaja dibiarkan kosong)," katanya dihubungi Okezone di Jakarta.

Akibat dikuasai oleh segelintir pihak, membuat unit-unit apartemen mengalami kenaikan harga yang cenderung berlebihan. Hal itu membuat apartemen kosong dalam waktu lama, imbas dari ketidakmampuan masyarakat untuk membeli atau menyewanya.

"Bayangin aja aset yang nganggur itu kan masih banyak yang perlu, tapi ada yang kosong dianggurkan. Itu kan kalau dari sisi prinsip keadilan ekonomi itu kan jelas nggak adil ya kan, nggak fair," terangnya.

Selama ini pemerintah pun dianggap tak terlalu memerhatikan kondisi tersebut. Namun upayanya kali ini menurutnya patut diapresiasi. Sebab, ketika pajak untuk apartemen kosong diterapkan mampu mengatasi ketidakadilan yang terjadi.

"Maka diharapkan dengan adanya pajak progresif ini membuat para pemilik properti yang dijadikan objek investasi atau spekulasi ini bisa tidak lagi, bisa mengurangi, mengurangi spekulasi mereka," tambahnya. (tro)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini