Share

Indonesia Dihadapi Backlog Perumahan, Padahal Surplus?

Trio Hamdani, Okezone · Kamis 13 April 2017 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 13 470 1666559 indonesia-dihadapi-backlog-perumahan-padahal-surplus-oWqHJRFnny.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Indonesia hingga kini masih mengalami backlog perumahan. Hal itu disebabkan karena kurangnya ketersediaan pasokan hunian sementara kebutuhan terus meningkat.

Namun, Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus menyebut, sebenarnya Indonesia tidak perlu menghadapi kondisi backlog perumahan, sebab pada dasarnya kebutuhan tempat tinggal di Indonesia sudah mengalami surplus.

"Jadi kita ini disatu sisi kekurangan lahan, kekurang properti, tapi disisi lain surplus. Nah harus dipertemukan kedua ini. Nah dengan cara intervensi pemerintah. Kalau pemerintah nggak intervensi nggak bisa gitu," katanya dihubungi Okezone di Jakarta.

Salah satu menyelesaikan permasalah diatas adalah dengan menerapkan pajak terhadap apartemen kosong yang tidak dihuni. Namun, pengkajian terhadap penerapan aturan tersebut oleh pemerintah masih ditunda.

"Tax progresif ini yang paling langsung ya, dampaknya paling langsung. Atau juga buat peraturtan yang terkait, misalnya, katakan lah harus misalnya 1 orang atau 1 NPWP dia hanya boleh memiliki sekian unit rumah atau apartemen," jelasnya.

Dengan dibatasinya jumlah unit tempat tinggal yang boleh dimiliki tiap orang, maka tidak akan terjadi praktik monopoli oleh sejumlah pihak yang sekedar mencari keuntungan saja.

"Jadi ada batasnya gitu, kalau melebihi batas nggak boleh. Ini kan peraturan-peraturan seperti itu bisa mengatur, supaya nggak dimonopoli juga. Supaya nggak ada monopoli aset-aset," tambahnya. (tro)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini