Image

Ekonomi China Kuartal I 2017 6,9%, Tumbuh di Luar Prediksi

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 17 April 2017, 20:21 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 17 20 1669808 ekonomi china kuartal i 2017 6 9 tumbuh di luar prediksi meNAodV4ub jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

BEIJING - Ekonomi China sepanjang kuartal pertama tahun 2017 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 6,9%, berdasarkan data resmi. Apabila dibandingkan dengan tiba bulan sebelumnya, tingkat pertumbuhan Negeri Tirai Bambu sedikit lebih tinggi dari banyak perkiraan ekonom.


Seperti dilansir BBC, Senin (17/4/2017) pengeluaran infrastruktur negara diiringi permintaan properti baru telah membantu mendorong ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Bulan lalu, China sempat merevisi target pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 6,5% dari 6,7 pada 2016, lalu.

"Perekonomian nasional mempertahankan momentum pembangunan yang stabil dari paruh kedua tahun lalu, dan berlanjut ke awal yang baik pada 2017. Ini akan meletakkan landasan yang kokoh untuk mencapai target pertumbuhan secara keseluruhan tahun ini," ucap China Biro Statistik Nasional dalam sebuah pernyataan.

Data yang sama juga memperlihatkan adanya peningkatan konsumsi domestik, ditambah penjualan ritel pada Februari melompat 10,9% dari tahun sebelumnya. Meski begitu publik masih tetap skeptis terhadap PDB pemerintah China, walaupun angka-angka menunjukkan bahwa pertumbuhan berjalan stabil.

Sementara itu ekonom menerangkan apa ditunjukkan Beijing adalah selalu bergantung pada trik lama yang sama untuk mendorong ekonominya. Pengeluaran infrastruktur, rebound pasar properti dan pemerintah China telah berjanji mulai bergerak menuju transisi pemerintah modern untuk membuka perekonomian.

Secara khusus, utang China memperlihatkan adanya peningkatan, di mana saat ini bernilai lebih dari 250% dari PDB dan berpotensi terus tumbuh. Analis menerangkan China adalah pendorong ekonomi global sehingga kinerjanya diawasi dengan ketat oleh para investor di seluruh dunia. Sementara pertumbuhannya sepanjang 2016 adalah yang paling lambat dalam 26 tahun.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini