Image

KKP Tingkatkan Nilai Ekonomi 10 Sungai Besar di Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 17 April 2017, 11:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 17 320 1669185 kkp-tingkatkan-nilai-ekonomi-10-sungai-besar-di-indonesia-EY8eVMCB9g.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan produksi perikanan tangkap dengan mengoptimalkan pemanfaatan sepuluh sungai besar di Indonesia. Kesepuluh sungai tersebut adalah sungai Musi, Batanghari, Asahan, Kampar, Barito, Mahakam, Kapuas, Citanduy, Serayu, dan Bengawan Solo.

KKP bersama kementerian/lembaga terkait dan daerah akan menata kawasan di sekitar daerah aliran sungai tersebut, di mana nantinya akan ada kawasan tertentu yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi sungai.

Di kawasan ini KKP akan menebar benih ikan-ikan domestik seperti ikan gabus dan belida. Ikan yang sudah mencapai ukuran berat tertentu boleh ditangkap atau dipancing di zona penangkapan ikan di sekitar sungai tersebut.

”KKP akan memfasilitasi pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di sepuluh sungai besar itu, sehingga perahu-perahu bisa tambat di situ. Lalu kami lakukan pencatatan sehingga bisa diketahui berapa sebetulnya jumlah produksi ikan sungai. Selama ini belum pernah dicatat,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja di Jakarta, baru-baru ini.

Agar kegiatan di PPI lebih hidup, pemerintah juga akan memberi insentif bagi masyarakat atau nelayan sekitar untuk berjualan bahan bakar solar, bahan kebutuhan pokok, dan lainnya. Menurut Sjarief, KKP telah menyiapkan anggaran untuk pengembangan Wilayah Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (WPP PUD), terutama untuk pengembangan perikanan di sepuluh sungai besar pada tahun ini.

”Total anggaran Rp25 miliar dibagi sepuluh titik, sehingga setiap titik Rp2,5 miliar. Dana itu untuk membuat PPI, pengadaan perahu pengawas perikanan sungai, benih ikan, dan lainnya,” ungkapnya. Lebih lanjut Sjarief mengungkapkan, potensi ikan-ikan sungai tidak kalah dengan ikan laut. Di beberapa daerah seperti Palembang, ikan gabus dan belida dijadikan bahan baku pembuatan pempek.

Adapun benih-benih ikan yang akan ditebar di setiap sungai bisa berbeda-beda. Pengoptimalan perikanan sungai ini diharapkan bisa membantu menggenjot nilai produksi perikanan Indonesia, sehingga PDB perikanan juga akan meningkat.

”Tahun ini kami urus sungai, tahun depan danau. Semua danau akan dikurangi jumlah keramba jaring apung (KJA)-nya supaya mengurangi limbah. Kami perbanyak stocking, restocking, dan tangkap,” katanya.

Sjarief menambahkan, selain meningkatkan produksi perikanan, pembenahan sungai juga berdampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata. Contohnya Sungai Asahan yang mengalir ke kawasan wisata Danau Toba. Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy juga menekankan optimalisasi sungai di Indonesia untuk aktivitas pariwisata.

Tidak hanya domestik, turis asing pun banyak yang berminat berwisata bahari di sungai-sungai Indonesia. GIPI telah melakukan pembicaraan dan diskusi dengan beberapa operator kapal wisata asing terkait potensi tersebut.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini