Image

Utang Negara USD321,7 Miliar, Tumbuh Melambat

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 18 April 2017, 12:53 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 18 20 1670296 utang negara usd321 7 miliar tumbuh melambat tnJlgjjiVf jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA –Utang Luar Negeri (ULN) pada Februari 2017 tercatat sebesar USD321,7 miliar atau tumbuh 2,7% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan Januari 2017 sebesar 3,6% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, perlambatan tersebut dipengaruhi utang luar negeri sektor publik yang tumbuh melambat, seiring dengan utang luar negeri sektor swasta yang tetap menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menga ta kan, utang luar negeri sektor publik pada Februari 2017 ter catat sebesar USD162,0 miliar atau tumbuh 10,3% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan di bulan sebelumnya yang se besar 12,4% (yoy).

Sementara itu, posisi utang luar negeri sektor swasta pada Februari 2017 tercatat sebesar USD159,7 miliar atau turun 4,0% (yoy), sama seperti penurunan bulan sebelumnya. Berdasarkan jangka waktu, melambatnya utang luar negeri terutama pada utang luar negeri jangka panjang. ”Utang luar negeri berjangka panjang pada Februari 2017 tumbuh 0,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2017 yang sebesar 2,1% (yoy),” kata Tirta di Jakarta.

Dia menambahkan, utang luar negeri jangka panjang masih mendominasi utang luar negeri Indonesia dan pada Februari 2017 tercatat sebesar USD278,1 miliar atau 86,4% dari total utang luar negeri. Sementara utang luar negeri jangka panjang tersebut terdiri dari utang luar negeri sektor publik sebesar USD159,5 miliar (pangsa 57,4% dari total utang luar negeri jangka pan jang) dan utang luar negeri sek tor swasta sebesar USD118,5 miliar (pangsa 42,6% dari total utang luar negeri jangka panjang).

Sementara itu, utang luar negeri berjangka pendek tumbuh 17,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan per tumbuhan Januari 2017 sebesar 14,7% (yoy) terutama karena meningkatnya utang dagang sektor swasta. Utang luar negeri berjangka pendek tercatat sebesar USD43,6 miliar (pangsa 13,6% dari total utang luar negeri), terdiri dari utang luar negeri sektor swasta sebesar USD41,2 miliar (pangsa 94,4% dari total utang luar negeri jangka pendek) dan utang luar negeri sektor publik sebesar USD2,4 miliar (pangsa 5,6% dari total utang luar negeri jangka pendek).

Menurut sektor ekonomi, posisi utang luar negeri swasta pada akhir Februari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolah an, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih. ”Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,6%,” paparnya.

Bila dibandingkan Januari 2017, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor industri pengolahan meningkat sedangkan sektor listrik, gas, dan air bersih melambat. Di sisi lain, utang luar negeri sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan. Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada Februari 2017 tetap sehat, tapi terus mewaspadai risikonya terhadap per ekonomian nasional.

”Bank Indonesia terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta,” ujarnya.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas makro ekonomi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini