Image

Kartin1 Pajak Batal Jadi Kartu Sakti

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 18 April 2017, 09:04 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 18 278 1670081 kartin1 pajak batal jadi kartu sakti 5ZW6M15ZXM jpg Ilustrasi pajak. (Foto: Okezone)

BELITUNG - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu melakukan soft launching Kartu Indonesia 1 atau Kartin1. Dengan berbagai pertimbangan, kini produk tersebut rencananya tidak akan dibuat dalam bentuk kartu.

Padahal, manfaat Kartin1 pun utamanya untuk menciptakan kartu yang multifungsi alias memiliki banyak kegunaan dengan memanfaatkan identitas tinggal.

"Kita butuh identitas tunggal, tetapi saya dari 2013, dari 63 jenis data ada 2,6 miliar data macem-macem, ada listrik dan lain-lain. Saya coba serasikan baru 24 juta selama tiga tahun," kata Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Iwan Djuniardi saat Media Gathering di Belitung, Selasa (18/3/2017).

Menurutnya, ada keinginan dari sejumlah pihak agar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) memiliki kegunaan yang multifungsi. Dengan demikian, maka masyarakat bisa mengakses berbagai keperluan. "Jadi masuk BPJS tinggal pakai itu, imigrasi juga gitu, makanya coba kita buat kartu yang multifungsi," terangnya.

Namun, dia mengatakan, saat ini produk Kartin1 diurungkan dalam bentuk kartu. Dia melanjutkan, ke depan Kartin1 akan disempurnakan sebagai platform atau program yang dapat diterapkan di sejumlah kartu.

"Akhirnya kita tidak mau saingan, akhirnya kita bukan bikin kartu tapi platform, agar bisa di inject ke yang lain, BPJS punya kartu nanti saya inject kartu, sehingga nanti kartin1 ini lambang saja, bukan kartu. Kartin1 merupakan singkatan dari Kartu Indonesia 1. Tadinya itu maunya kartu indonesia 1," tambah Iwan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini