Image

Mangkrak, Kementerian Kelautan dan Perikanan Evaluasi Kapal Bantuan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 April 2017, 20:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 18 320 1670832 mangkrak-kementerian-kelautan-dan-perikanan-evaluasi-kapal-bantuan-W0aAGfwpVE.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membenahi kapal-kapal bantuan seperti Inka, Mina dan Mina Maritim . 

Menurut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja pembenahan kapal tersebut dikarenakan mangkrak dengan menarik kapal-kapal tersebut. Nantinya, pihaknya akan memperbaikinya dan mendistribusikan ulang dengan menggandeng mitra strategis seperti BUMN Perikanan yang juga akan bekerja sama dengan koperasi-koperasi di daerah. 

"Nantinya kapal-kapal tersebut akan mengisi perairan Indonesia. perairan kita harus ditutup dengan kapal-kapal Indonesia untuk mengatasi illegal fishing dan Juga menjaga perbatasan Sabang. Natuna, Arafura dan Marauke. Saumlaki. Sebatik, dan titik lainnya akan diisi oleh kapal-kapal BUMN Perikanan,"ujarnya di Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Selain mengevaluasi kapal yang dianggap mangkrak tersebut,  Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) akan tetap menyiapkan 1.068 unit kapal bantuan perikanan dengan beragam ukuran.

Rencananya, kapal yang akan dibangun berukuran di bawah 5 GT sebanyak 449 unit, kapal 5 GT 498 unit, kapal berbobot 10 GT 92 unit, kapal dengan berat 20 GT sebanyak 3 unit, 20 unit kapal ukuran 30 GT dan 3 unit kapal penangkap berukuran 120 GT dari baja. Selain itu akan dibangun pula kapal pengangkut berukuran 100 GT dari baja sejumlah 3 unit. 

Untuk melengkapi kapal bantuan tersebut, DJPT akan membangun pula alat penangkapan ikan sebanyak 2.990 paket dengan total anggaran Rp 79 miliar.

Sjarief mengatakan tujuan pemberian bantuan sarana penangkapan Ikan yaitu untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta mengoptimalkan sumber daya perikanan tangkap.

"Potensi perikanan Indonesia meningkat, sejak diberlakukannya moratorium kapal asing, pemberantasan IUU fishing yang masif serta pelarangan alat penangkapan ikan yang merusak lingkungan Hal ini juga berkontribusi meningkatkan hasil tangkapan nelayan.” ujarnya

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini