Image

Bidik World Heritage, Kota Lama Dibenahi

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 18 April 2017, 13:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 18 470 1670316 bidik-world-heritage-kota-lama-dibenahi-wKVGV0CAio.jpg Ilustrasi: Okezone

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus membenahi kondisi Kota Lama. Beragam kegiatan dilakukan agar kawasan berjuluk Little Netherland tersebut diakui sebagai warisan dunia (world heritage) oleh UNESCO

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengaku akan terus mengejar predikat tersebut. “Sebab, itu memiliki dampak besar yang kami yakin akan sangat bermanfaat bagi Kota Semarang. Untuk itu, kami akan terus kawal proses itu sampai pada penetapan UNESCO di tahun 2020 nanti,” kata Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang

Menurut Ita yang juga menjabat Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang, berbagai kegiatan sudah dilakukan untuk me nyongsong pengakuan tersebut. Penataan dan penertiban bangunan kumuh, sarana-prasarana, perbaikan gedung-gedung yang ada hingga menghidupkan Kota Lama dengan berbagai kegiatan sudah dilakukan. Ke depan, pihaknya mengaku akan terus melakukan berbagai kegiatan untuk penataan Kota Lama.

“Sekarang sudah lebih bak, dulu kawasan Kota Lama sering menjadi tempat nongkrong LGBT, PSK, ada judi sabung ayam, karaoke liar, sekarang semuanya sudah kami tertibkan dan sekarang lebih nyaman dan bagus,” paparnya.

Untuk proses penataan dan perbaikan sarana prasarana Kota Lama, tahun ini BP2KL men dapat bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi senilai Rp45 miliar. Meski tidak sebesar yang diajukan yakni Rp66 miliar, dana itu dirasa sangat bermanfaat untuk penataan Kota Lama.

Selain penataan fisik Kota Lama, berbagai program untuk meramaikan Kota Lama juga akan dilaksanakan. Dalam wak tu dekat, di kawasan Jalan Sendowo akan digelar semacam pasar Semawis setiap akhir pekan.

“Jadi biar kawasan ini hidup dengan berbagai keunikan dan kegiatan di dalamnya. Kami akan terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan agar predikat World Heritage dari UNESCO benar-benar di - raih. Kami minta semua masyarakat baik yang ada di luar ataupun di dalam Kota Lama mendukung semua program yang kami lakukan,” katanya.

Dosen Fakultas Teknik Arsitektur UNIKA Soegidjapranata Semarang Krisprantono mengapresiasi upaya pemerintah menjadikan Kota Lama sebagai World Heritage. Namun, dia mengingatkan untuk meraih predikat itu, bukan perkara mudah karena banyak aspek yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“UNESCO tentu tidak akan mudah memberikan predikat World Heritage pada suatu wilayah. Berbagai aspek harus benar-benar dimiliki oleh da erah yang diajukan itu,” ujar nya.

Berbagai aspek itu semisal keunikan tersendiri, beda dengan tempat lain, ada berbagai disiplin ilmu yang dapat di pelajari serta kaidah-kaidah lainnya. Untuk menemukan hal itu, harus ada riset mendalam serta management plan agar penataan tidak lepas dari kaidah-kaidah kecagarbudayaan.

Di lain sisi, masyarakat peng huni Kota Lama mendu - kung upaya Pemkot Semarang untuk melakukan penataan, penertiban demi tercapainya predikat World Heritage. Namun, masyarakat meminta pemerintah melibatkan mereka dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Selama ini kami merasa kurang dilibatkan, seperti penutupan jalan, pelarangan angkutan besar masuk Kota Lama, dan program-program lain. Kami harap kami dilibatkan karena di sini tidak hanya bangunan tua, namun banyak kehidupan baik bisnis, ekonomi maupun jasa yang hidup dan tidak boleh merasa dirugikan,” kata William, salah satu pemilik bangunan di Kota Lama Semarang.

Hal itu didukung penuh oleh anggota DPRD Kota Semarang Umi Surotud Diniyah. Menurut dia, untuk menata kawasan Kota Lama, Pemkot harus benar-benar melibatkan masyarakat yang ada di dalamnya. “Sebab, merekalah nantinya yang akan menjadikan Kota Lama hidup. Pemkot harus benar-benar mewadahi aspirasi mereka dalam setiap program yang dibuat,” ucapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini