Image

Penerimaan Turun, Pemerintah Diminta Cari Objek Cukai Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 10:50 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 20 20 1672183 penerimaan turun pemerintah diminta cari objek cukai baru IMRu2HCa58 jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Di tengah minimnya realisasi penerimaan bea cukai pada tiga bulan pertama 2017, DPR mendorong penambahan objek cukai baru sebagai alternatif dari cukai hasil tembakau atau rokok yang selama ini menjadi andalan pemerintah.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, target penerimaan cukai dipatok sebesar Rp157,6 triliun. Dari target tersebut, Rp149,9 triliun atau setara 95% di antaranya berasal dari cukai rokok. Artinya, hanya 5% penerimaan cukai yang berasal dari objek kena cukai lain seperti alkohol dan etil-alkohol. Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengatakan, penerimaan cukai pada kuartal I/2017 masih minim karena adanya penurunan dari cukai rokok.

”Hingga Maret misalnya, penerimaan cukai baru mencapai Rp6,9 triliun. Ini masih kecil sekali,” kata Heri di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Untuk itu, Heri mendesak pemerintah melakukan ekstensifikasi objek cukai. Menurut dia, langkah pemerintah menaikkan tarif cukai secara bertahap juga membuat penerimaan dari cukai mencapai titik jenuh.

”Kenaikan tarif tidak menjamin kenaikan penerimaan,” ujarnya.

Heri pun menambahkan, penambahan objek cukai juga sejalan dengan Undang-Undang No 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Di negara lain, jumlah objek cukai yang dipungut juga relatif banyak. Beberapa objek cukai tersebut antara lain teh, gula, kopi.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, minimnya realisasi penerimaan cukai karena tingginya realisasi penerimaan cukai 2015. Kebijakan pelunasan cukai pada tahun berjalan membuat realisasi cukai tahun ini.

”Pada 2015 kami mengumpulkan cukai Rp144 triliun karena saat itu kami menghitung basis pajaknya tidak 12 bulan, tapi 14 bulan,” kata Heru. Heru mengatakan, pihaknya akan terus memantau penerimaan cukai, terutama cukai rokok. Dia mengatakan, realisasi sepanjang tiga bulan pertama turun 12,5% karena pelunasan pita cukai yang masih rendah pada awal tahun.

Heru juga menyebut, adanya fenomena yang dilakukan oleh para pengusaha yang memborong pita cukai tahun kemarin. ”Pengusaha melihat adanya potensi keuntungan karena tahun kemarin ada kenaikan tarif cukai sehingga mereka memborong pita cukai,” katanya.

Selain itu, Heru juga mengatakan, turunnya penerimaan cukai tahun ini juga disebabkan penurunan produksi rokok. Dia memprediksi adanya penurunan produksi rokok tahun ini sebesar 2%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini