Image

BI: Konsumsi Melemah akibat Turunnya Penjualan Ritel

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 19:34 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 20 20 1672802 bi konsumsi melemah akibat turunnya penjualan ritel NNUEK93UR5 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2017 berpotensi sedikit melambat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan motor yang menurun yang dipengaruhi oleh proses konsolidasi korporasi yang masih berlanjut.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, perlambatan konsumsi didapatkan dari hasil survei resmi yang dilakukan oleh BI. Namun, untuk penyebab pastinya, ia mengatakan untuk menunggu data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Untuk mengenai konsumsi pertama tunggu 5 Mei angka PDB akan keluar resmi dari BPS. Yang kita lakukan sekarang proyeksi data-data yang ada di lapangan. Survei kami belum bisa berikan apa penyebab konsumsi proyeksi di triwulan I," ungkapnya di Kantor BI Pusat, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Namun, ia mengakui dari data survei yang dilakukan pihaknya memang terlihat bahwa penjualan ritel di Indonesia mengalami penurunan.

"Data-data di beberapa ritel modern juga mengarah ke angka-angka sedikit melemah di Triwulan I dan kita semua masih lihat beberapa indikator lainnya, indikator semua di investasi dan konsumsi masih baik. Masih mix meskipun tren pelemahan ada," jelasnya.

Sementara itu, dibandingkan Triwulan IV di 2016 lalu, tingkat konsumsi di Triwulan I 2017 masih sama, walaupun mengalami peningkatan hanya sedikit.

"Perkiraan BI di awal tahun bisa saja ini lebih rendah tunggu resminya official dari BPS," kata Dody.

Sementara itu, BI masih menargetkan inflasi masih plus minus 4% yakni antara 3% hingga 5% di  2017. "Kita tidak menetapkan poin estimasi berada di pertengahan angka, tengah range tersebut," tukasnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini