Image

Usai Pilkada DKI Jakarta, Ekonomi Bergairah karena Korporasi Kembali Fokus

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 12:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 20 278 1672281 usai-pilkada-dki-jakarta-ekonomi-bergairah-karena-korporasi-kembali-fokus-FJP0WfsqQl.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah usai, melalui perhitungan cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei. Hampir bisa dipastikan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan menjadi gubernur baru ibukota Indonesia untuk periode 2017 - 2022, menggantikan gubernur petahanan Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mulai Oktober mendatang.

Menurut Bahana Sekuritas, kemenangan Anies memberi banyak arti bagi percaturan politik Indonesia terutama dari meningkatnya kekuatan partai oposisi, sehingga beberapa perubahan politik nasional akan sangat mungkin terjadi, termasuk kemungkinan terjadinya reshuffle kabinet jilid ketiga. Pilkada Jakarta kali ini memberikan gambaran umum tentang kekuatan politik nasional dan akan menjadi barometer bagi kondisi politik Indonesia sampai 2019.

Kemenangan Anies yang didukung sepenuhnya oleh Gerindra, tentunya akan menjadi kendaraan bagi partai oposisi untuk meraih dukungan dalam pemilu 2019, sehingga gubernur terpilih harus melanjutkan semua proyek-proyek infrastruktur yang selama ini sudah dijalankan untuk mempertahankan legitimasi dan menjaga dukungan pada pemilu 2019. Selama ini, proyek-proyek infrastruktur dan perbaikan kelembagaan yang telah dilaksanakan oleh Ahok diterima secara baik oleh masyarakat Jakarta dan mendapat persepsi yang sangat bagus dari investor, sehingga gubernur baru terpilih sebaiknya tetap menjalankan program-program yang sebelumnya telah dijalankan dengan tidak lupa melakukan penyempurnaan.

Berakhirnya pilkada Jakarta juga memberi banyak arti bagi perekonomian Indonesia karena Jakarta menyumbang 20% terhadap total pertumbuhan ekonomi Indonesia. ''Bagi korporasi dan para investor, usai pilkada maka kegiatan bisnis bisa kembali fokus karena tidak ada lagi alasan untuk melakukan demo-demo yang selama ini menentang Ahok, sehingga perekonomian Jakarta akan kembali bergairah,’' kata Kepala Riset dan Strategis Bahana Sekuritas Harry Su dalam risetnya, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Janji-janji kampanye Anies sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan program-program yang selama ini sudah dijalankan oleh Ahok, sehingga daya beli masyarakat Jakarta masih stabil kuat. Pada akhirnya, investor saat ini sudah bisa berhitung dan fokus kembali untuk menjalankan usahanya setelah ketidakpastian politik usai kemarin.

Berdasarkan perkembangan ini, Bahana menyarankan investor untuk langsung masuk mengoleksi saham-saham yang sedang melemah saat respon pasar negatif karena sekuritas pelat merah ini telah memperkirakan bisnis dan perekonomian akan kembali berjalan seperti biasa meski Ahok kalah. ''Fundamental Indonesia cukup kuat, makanya kinerja korporasi pada kuartal pertama ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu,'' ujar Harry.

Anak usaha Badan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memperkirakan, laba operasional korporasi akan naik 15% secara tahunan dibandingkan kuartal pertama 2016, laba bersih diperkirakan naik hingga 19% secara tahunan, sehingga pasar Indonesia menjadi pasar yang terkuat di kawasan.

Bila melihat saham - saham yang layak dikoleksi dalam waktu dekat dan dikaitkan dengan harga komoditas yang belum sepenuhnya pulih serta saham perusahaan yang terkait dengan Wakil gubernur terpilih Sandiaga Uno dan Hary Tanoe yang adalah salah satu pendukung gubernur terpilih, Bahana memberi rekomendasi beli untuk saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dengan target harga Rp 10.500/lembar, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dengan target harga Rp 5.000/lembar, PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), dengan target harga Rp 4.600/lembar, PT Adaro Energy (ADRO), dengan target harga Rp 2.010/lembar, PT Media Nusantara Citra (MNCN) dengan target harga Rp 2.000/lembar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini