Image

Jual 20% Saham WTR, Waskita Karya Punya 5 Investor

Agregasi Kamis 20 April 2017, 14:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 20 278 1672410 jual-20-saham-wtr-waskita-karya-punya-5-investor-10plS9p3bp.jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Di tengah agresifnya ekspansi bisnis PT Waskita Toll Road (WTR) dalam pembangunan dan akuisisi jalan tol, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang merupakan induk usahanya lebih memilih untuk melakukan divestasi saham WTR dengan pertimbangan ekspansi bisnis diyakini bisa berlari kencang seiring dengan masuknya investor strategis.

Direktur Keuangan WSKT Tunggul Rajagukguk menjelaskan, proses due dilligince ke sejumlah investor strategis akan dilakukan Mei mendatang. Proses ini dibantu oleh Danareksa Sekuritas dan CIMB Securities Indonesia. "Jadi, kami berharap Juli proses divestasi selesai," ujarnya di Jakarta.

Disebutkan, WSKT akan melepas sekitar 20% saham WTR. Harapannya, ada lima investor strategis yang bakal menyerap emisi dari aksi korporasi tersebut. Tunggul memastikan, divestasi itu tidak akan membuat WSKT kehilangan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas. "Kami tetap akan pertahankan minimal 51%," imbuhnya.

Catatan saja, berdasarkan laporan keuangan WSKT tahun buku 2016, WSKT masih menguasai 99% saham WTR. Tapi, awal tahun ini, sebagian saham WTR sudah lebih dulu dilepas ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen). Keduanya menjadi investor baru dengan nilai investasi masing-masing Rp1,5 triliun dan Rp2 triliun. Sehingga, SMI menguasai 12,4% saham WTR, sementara Taspen sebesar 16,6%.

Sayang, Tunggul masih enggan merinci detail target perolehan dana dari divestasi tersebut. Yang pasti, agenda divestasi itu merupakan salah satu cara WSKT menggalang dana untuk menutup kebutuhan dana tahun ini yang sebesar Rp35 triliun.

Sebagai informasi belum lama ini, Waskita Karya memberikan fasilitas pinjaman kepada WTR dengan total maksimal Rp10,8 triliun. Hal ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan setoran pada rekening dana talangan untuk beberapa badan usaha jalan tol (BUJT) milik WTR.

Beberapa BUJT milik WTR diantaranya yakni PT Pejagan Pemalang Tol Road mendapatkan fasilitas pinjaman senilai Rp773,3 miliar. Kemudian PT Trans Jawa Paspon Jalan Tol mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp1,2 triliun, PT Cimanggis Cibitung Toll Road mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp1,7 triliun.

Selanjutnya PT Kresna kusuma Dyandra Marga mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp806,4 miliar. PT Pemalang Batang Tol Road mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp1,3 triliun. PT Trans Jabar Tol mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp299 miliar, PT Solo Ngawi Jaya mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp326 miliar.

PT Ngawi Kertosono Jaya mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp137,2 miliar, PT Jasamarga Kualanamu Tol mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp102,4 miliar, PT Cinere Serpong Jaya mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp960 miliar, PT Citra Waspphutowa mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp166,2 miliar.

Kemudian PT Jasamara Semaarang Batang mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp1,8 triliun dan terakhir PT Waskita Bumi Wira mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp1 triliun. Pemberian dana talangan tersebut guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol dan merupakan kegiatan usaha utama dan penunjang kegiatan usaha utama.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini