Image

Kejar Ekspansi Bisnis, Indocement Segera Bangun Anak Usaha

Agregasi Kamis 20 April 2017, 14:38 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 20 278 1672444 kejar ekspansi bisnis indocement segera bangun anak usaha ngNfmYztXy jpg Ilustrasi Semen. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Meski bisnis semen tengah berjalan stagnan seiring dengan kelebihan pasokan yang cukup besar, tidak membuat ekspansi bisnis PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk(INTP) tertahan. Sebaliknya, perseroan membentuk entitas anak usaha baru, yaitu PT Tigaroda Sejahtera. Pendirian anak usaha melibatkan PT Indomix Perkasa dan PT Sari Bhakti Sejati.

”Tujuan transaksi ini untuk membentuk perusahaan yang akan bergerakdalam perdagangan barang dan jasa pada umumnya," kata Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Oey Marcos.

Pendirian anak usaha dilakukan pada17 April 2017 dengan nilai transaksi Rp6,25 miliar. Transaksi ini tidak termasuk dalam transaksi material mengacu kepada nilai ekuitas perseroan sebesar Rp26,1 triliun berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2016.

Tercatat tahun lalu, volume penjualan domestik INTP sebesar 16,6 juta ton atau turun 2.9% atau (499 ribu ton) jika dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2015. Sementara itu, semen domestik tidak berubah oleh karena itu pangsa pasar Indocement turun dari 27,1% di 2015 menjadi 26% di 2016.

Meskipun penjualan domestik melambat, Oey Marcos mengatakan, perseroan berhasil meningkatkan volume ekspor semen dan klinker sebesar 83,1%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 216 ribu ton di 2015 menjadi 390 ribu ton di 2016. Total volume penjualan perseroan pada tahun 2016 mengalami penurunan 1,9% menjadi 17,0 juta ton dari tahun 2015 sebesar 17,3 juta ton.

”Meningkatnya persaingan di pasar yang tengah mengalami kelebihan pasokan, turunnya permintaan serta penambahan beberapa pabrikan dan penggilingan semen di home market, telah menyebabkan terkikisnya marjin diakibatkan oleh penurunan harga," kata Oey.

Alhasil, INTP mencatat penurunan laba bersih pada tahun 2016 sekitar 11,03% menjadi Rp3,87 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,35 triliun. Penurunan laba itu sejalan dengan tergerusnya pendapatan tahun 2016 yang sebesar 13,22% menjadi Rp15,36 triliun. Sedangkan pendapatan tahun 2015 emiten produsen semen itu, tercatat sebesar Rp17,7 triliun.

Sementara, kewajiban perseroan pada akhir 2016 mencapai Rp4,01 triliun atau naik 8,37% dari tahun 2015 sebesar Rp3,7 triliun. Adapun aset perseroan akhir 2016 mencapai Rp30,15 triliun atau naik 9,2% dari tahun 2015 yang tercatat Rp27,6 triliun. Tahun 2017 ini, perseroan membidik kenaikan penjualan semen tumbuh 3% - 5%.

Presiden Direktur INTP Christian Kartawijaya menyampaikan, meskipun tahun ini akan ada oversupply semen sekitar 37 juta ton namun pihaknya optimistis akan ada kenaikan 3% - 5%. "Artinya inline dengan industri. Kita akan coba mempertahankan pada posisi itu," ungkapnya.

Selain karena kondisinya lebih baik dari tahun kemarin, INTP tahun ini akan menerapkan strategi enuser program yaitu program beli semen dapat hadiah. Di mana hadiahnya sangat variatif dari mulai pulsa, sepeda motor sampai umroh. Hal ini untuk mendorong para tukang ataupun kontraktor membeli semen tiga roda.

Selain itu, tahun ini INTP mempunyai keuntungan dengan adanya pabrik baru P14 berkapasitas 4,4 juta ton per tahun di Citeurep. Pabrik ini dapat menggantikan dua pabrik yang sudah tua sehingga akan membantu mengurangi beban produksi sekitar USD7-USD8 per ton.

Keuntungan kedua, INTP tidak mempunyai utang jadi perseroan bisa bersaing lebih baik. Ketiga merek dagang semen Tiga Roda di beberapa tempat merupakan price leader sehingga menjadi unggul dibandingkan yang lain dan keempat INTP punya merek semen baru yaitu Rajawali yang akan bersaing di pasar kelas dua dan saat ini penjualannya tidak buruk.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini